Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Selain kondisi jalan, warga menyoroti saluran drainase di sepanjang Jalan Garuda Raya.
Menurut warga, hingga kini belum dilakukan normalisasi drainase secara menyeluruh di kedua sisi jalan.
Warga lainnya, Nanda, menduga persoalan banjir di kawasan tersebut berkaitan dengan pembagian kewenangan antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, terutama dalam pengelolaan drainase.
"Setahu saya, status jalan itu berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Medan, namun area di sisi kanan dan kirinya, terutama saluran drainasenya, berada di bawah kewenangan Deli Serdang," ucapnya.
Menurut Nanda, jika persoalan kewenangan tersebut menjadi kendala, pemerintah dari kedua wilayah perlu duduk bersama untuk mencari solusi.
Penanganan banjir, kata dia, tidak cukup dilakukan setelah genangan terjadi.
"Kami menginginkan pemerintah melakukan lebih dari sekadar tindakan reaktif saat banjir terjadi. Kami mendesak adanya normalisasi drainase secara menyeluruh dan perbaikan jalan secara tuntas," tegasnya.
Ia menilai jalan yang rusak dan kerap tergenang tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Warga berharap pemerintah segera menangani persoalan tersebut secara permanen agar Jalan Garuda Raya tidak lagi menjadi titik langganan banjir setiap kali hujan turun.
Berdasarkan pantauan, terdapat sedikitnya dua titik di kawasan Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, yang mengalami genangan cukup parah saat hujan.
Selain ruas jalan di bawah Tol Belmera, genangan juga terlihat di persimpangan Jalan Cucak Rawa menuju Kantor Lurah Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga membenahi sistem drainase secara menyeluruh agar persoalan banjir dapat ditangani dari sumbernya.* (mi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.