BREAKING NEWS
Senin, 05 Oktober 2026

3 Tahun Jalan Garuda Raya Perumnas Mandala Langganan Banjir, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Dharma - Senin, 05 Oktober 2026 12:26 WIB
3 Tahun Jalan Garuda Raya Perumnas Mandala Langganan Banjir, Warga Desak Pemerintah Bertindak
Kondisi genangan air di Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, tepatnya di bawah ruas Tol Belmera. (foto: Ari/Mistar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Jalan Garuda Raya di kawasan Perumnas Mandala, khususnya ruas di bawah Jalan Tol Belmera, menjadi titik langganan banjir selama sekitar tiga tahun.

Setiap hujan deras, genangan air disebut dapat mencapai lutut orang dewasa dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan permukaan Jalan Garuda Raya.

Baca Juga:

Lubang-lubang jalan yang tertutup genangan air sulit terlihat oleh pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

Seorang warga setempat, Sihotang, mengatakan persoalan banjir dan kerusakan jalan itu telah berlangsung cukup lama.

Menurut dia, ruas jalan tersebut hampir selalu tergenang ketika hujan deras turun.

"Sudah sekitar tiga tahun banjir terus terjadi. Setiap hujan turun, jalanan pasti banjir. Ditambah lagi kondisi jalan yang rusak, lubang-lubang dalam sering menyebabkan pengendara terjatuh atau kendaraan mereka mogok," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurut Sihotang, genangan air membuat kerusakan jalan semakin sulit terlihat.

Sejumlah pengendara sepeda motor disebut terjatuh setelah melintasi lubang yang tertutup air.

"Bukan cuma soal jatuh, banyak juga sepeda motor yang mogok di sana. Kalau mobil, sering kali bempernya sampai lepas. Jalan ini kalau hujan sedikit saja atau sebentar pasti banjir," katanya.


Sihotang mengatakan persoalan tersebut belum mendapatkan penanganan permanen meski telah berlangsung bertahun-tahun.

Ia menyebut aparat setempat, mulai dari kepala lingkungan, kelurahan hingga kecamatan, belum mampu memberikan solusi untuk mengatasi banjir sekaligus kerusakan jalan.

Selain kondisi jalan, warga menyoroti saluran drainase di sepanjang Jalan Garuda Raya.

Menurut warga, hingga kini belum dilakukan normalisasi drainase secara menyeluruh di kedua sisi jalan.

Warga lainnya, Nanda, menduga persoalan banjir di kawasan tersebut berkaitan dengan pembagian kewenangan antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, terutama dalam pengelolaan drainase.

"Setahu saya, status jalan itu berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Medan, namun area di sisi kanan dan kirinya, terutama saluran drainasenya, berada di bawah kewenangan Deli Serdang," ucapnya.

Menurut Nanda, jika persoalan kewenangan tersebut menjadi kendala, pemerintah dari kedua wilayah perlu duduk bersama untuk mencari solusi.

Penanganan banjir, kata dia, tidak cukup dilakukan setelah genangan terjadi.

"Kami menginginkan pemerintah melakukan lebih dari sekadar tindakan reaktif saat banjir terjadi. Kami mendesak adanya normalisasi drainase secara menyeluruh dan perbaikan jalan secara tuntas," tegasnya.

Ia menilai jalan yang rusak dan kerap tergenang tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.


Warga berharap pemerintah segera menangani persoalan tersebut secara permanen agar Jalan Garuda Raya tidak lagi menjadi titik langganan banjir setiap kali hujan turun.

Berdasarkan pantauan, terdapat sedikitnya dua titik di kawasan Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, yang mengalami genangan cukup parah saat hujan.

Selain ruas jalan di bawah Tol Belmera, genangan juga terlihat di persimpangan Jalan Cucak Rawa menuju Kantor Lurah Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga membenahi sistem drainase secara menyeluruh agar persoalan banjir dapat ditangani dari sumbernya.* (mi/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pura-pura Lihat Cincin, IRT Diduga Curi Berlian Rp40 Juta di Toko Emas Pusat Pasar Medan
Asap Karhutla Terdeteksi di Selatan Sumut, Berpotensi Meluas?
Oedoek Seroe Hadirkan Kuliner Nusantara, Pemko Medan Dorong Pertumbuhan Usaha Kuliner
Bupati Taufik Panen Perdana Pisang Kepok Abu, Bakal Diusulkan Jadi Varietas Asal Asahan
Tabrak Lari di Tol Tebing Tinggi-Medan, PNS Asal Madina Tewas
PSMS Menang Telak 4-0, Kadispora Sumut Ajak Masyarakat Terus Dukung Ayam Kinantan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru