BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Petani Kopi Ijen Curhat ke Wapres Gibran: Harga Pupuk Rp500 Ribu Berat, Perlu Alat Proses Modern

- Selasa, 24 Juni 2025 12:50 WIB
Petani Kopi Ijen Curhat ke Wapres Gibran: Harga Pupuk Rp500 Ribu Berat, Perlu Alat Proses Modern
WAPRES RI - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat berdialog dengan para petani kopi di Kebun Kalisat Jampit, Kecamatan Ijen, Bondowoso, pada Selasa (24/6/2025) (foto: trbn)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BONDOWOSO -Pada momen panen raya Kopi Ijen di Kawasan Perkebunan Java Coffee Estate PTPN III, para petani kopi di Bondowoso menyampaikan keluhannya langsung kepada Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka terkait harga pupuk yang tinggi. Dialog berlangsung setelah panen yang dilakukan Selasa (24/6/2025) pagi.

Agus Suptapto, seorang petani kopi lokal, menjelaskan bahwa pupuk nonsubsidi yang selama ini digunakan mencapai Rp500.000 per karung, dan itu sangat memberatkan para petani.

"Dan untuk perawatan kebun kopi sendiri, kami itu butuh pupuk kan memang, Pak. Dan pupuk itu minta tolong ke Bapak supaya harganya lebih diturunkan lagi, Pak," ungkap Agus.

Menurut Agus, apabila kebun kopi tidak dipupuk cukup, kualitas biji akan menurun dan rawan kehilangan cita rasa khas Kopi Ijen.

Mahalanya Harga Pupuk dan Butuh Alat Pengolahan Modern

Agus melanjutkan bahwa dana untuk pupuk yang mahal itu memberatkan para petani di tengah tekanan biaya produksi yang tinggi.

"Kalau bisa diturunkan lagi, Pak. Sangat memberatkan sekali, Pak."

Selain itu, mereka juga berharap tersedianya peralatan pengolahan pasca panen untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual KOPI IJEN:

"Mohon untuk Bapak berkenan. Siapa tahu kami kan butuh peralatan untuk pemrosesan dari hulu sampai hilir, Pak," tambah Agus.

Gibran Janjikan Tindak Lanjut: Pupuk, Bibit, Mekanisasi

Menanggapi hal ini, Wapres Gibran menyoroti bahwa isu pupuk kerap muncul dalam sektor pertanian, termasuk kopi. Ia merespons dengan serius:

"Masalah pupuk, masalah bibit, pengairan, mekanisasi. Ini nanti akan segera kita tindaklanjuti, Bapak‑Ibu."

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru