Qodari Ungkap Alasan Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
SERGAI-Para petani di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumut, terutama di Kecamatan Tanjung Beringin mengeluh. Mereka protes harga gabah siap penen di daerah itu, di bawah standar yang ditetapkan Presiden RI Prabowo Subianto sebesar Rp 6.500/Kg.
Sesuai Inpres Nomor 6 tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah, telah ditetapkan harga gabah siap penen sebesar Rp 6.500/Kg.
Namun di Kabupaten Sergai, harga gabah siap panen yang dibayar kepada petani hanya Rp 6.250 sampai Rp 6.300 per kilogram. Ini dibenarkan Zulpan (35), salah seorang petani di Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Senin (25/8).
Zulpan yang sedang panen, kepada wartawan menuturkan, harga gabah yang dipanen dengan sabitan treser atau komben, dijual kepada pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan harga Rp 6.350/Kg. Sedang harga jual kepada agen lainnya hanya seharga Rp 6.250/Kg.
"Kalau gabah yang dipanen dengan alat odong-odong, dibeli pihak Bulog dengan harga Rp 6.450/Kg. Kalau dijual kepada pihak agen yang lain harganya hanya Rp 6.400/Kg," kata Zulfan.
Zulfan mengaku sangat kecewa kepada Bulog yang membeli gabah siap panen dari petani tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan presiden melalui Inpres Nomor 6 tahun 2025.
Harga pembelian gabah oleh pemerintah (Bulog) itu, menurutnya, sangat merugika petani. Pengelolaan lahan persawahan serta perawatan padi hinga panen, katanya, mengeluarkan modal besar dan diperkirakan mencapai Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per rante.
"Itu untuk biaya jetor, menamping, menanam, obat-obatan, pupuk subsidi urea, phoska yang harga kepada petani mencapai Rp 140 ribu sampai Rp 160 ribu per sak," jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat menstabilkan kembali harga gabah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, supaya para petani tidak merasa dirugikan.
Sementara itu, Darianto (40), salah seorang petani warga Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin yang ditemui wartawan saat panen, Selasa (16/8), menyampaikan hal sama. Ia mengaku menjual gabah hasil dipanennya hanya Rp 6.250/Kg yang menggunakan alat sabit komben. Sedang untuk gabah yang dipanen dengan alat odong-odong yang diambil oleh agen lain Rp 6.400/Kg.
"Ada apa ini? Apakah beda harga gabah di Sumatera Utara dengan provinsi lainnya di Indonesia," ujar Darianto dengan dana kecewa. Ia juga menambahkan, harga pupuk subsidi urea dan phoska yang dipakai untuk pengelolaan padi, mencapai Rp 140 ribu sampai Rp 260 ribu per sak.
"Kita juga minta kepada pemerintah agar pestisida diberikan subsidi kepada para petani. Sebab saat ini harga pestisida cukup tinggi di pasaran (kios pupuk)," harapnya.*
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
ANYER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak akan mampu menangani seluruh penghitungan kerugian n
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam terkait penahanan sejumlah
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kesiapan dana bantuan tahap lanjutan senilai lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meluncurkan kebijakan baru yang menanggung penuh biaya pengobatan bagi warga yang menjadi korban kejahatan jala
PEMERINTAHAN
MEDAN Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) yang saat in
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 17.851 pekerja informal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memberikan penghargaan berupa bonus beasiswa senilai Rp10 juta kepada mahasiswa dengan
PENDIDIKAN
JAKARTA Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer TNIPolri melakukan audiensi perdana ke Kedutaan Besar V
NASIONAL