BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Maret 2026

Hari Tani Nasional, Mentan Amran Tanggapi Langsung Masalah Pupuk Mahal di Indramayu

- Rabu, 24 September 2025 15:08 WIB
Hari Tani Nasional, Mentan Amran Tanggapi Langsung Masalah Pupuk Mahal di Indramayu
ilustrasi (foto : tirto.id)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka ruang dialog terbuka bersama para petani di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (24/9/2025).

Dialog ini menjadi wadah penyampaian langsung berbagai aspirasi dan keluhan petani dari berbagai daerah.

Baca Juga:
Salah satu sorotan utama datang dari petani Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang melaporkan harga pupuk bersubsidi yang melambung tinggi di lapangan.

Mereka menyebut harga pupuk mencapai lebih dari Rp300.000 per kuintal, jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yakni Rp2.250/kg untuk urea dan Rp2.300/kg untuk phonska.

Mendengar laporan tersebut, Mentan Amran merespons tegas dengan langsung menelepon Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Ia juga memerintahkan Direktur Pupuk Kementan untuk menindak tegas para distributor dan pengecer yang terbukti menyelewengkan harga pupuk.

"Sekarang cek. Cabut izinnya mulai hari ini. Itu menyusahkan petani kita," tegas Amran di hadapan para petani.

Selain masalah pupuk, para petani di Kroya juga mengeluhkan kesulitan pengairan lahan. Menanggapi hal itu, Mentan langsung mengoordinasikan langkah percepatan pembangunan infrastruktur irigasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jawa Barat serta Direktorat Irigasi Pertanian Kementan.

"Ini harus segera diselesaikan. Besok tim Kementan turun dan ketemu petaninya, selesaikan irigasi dan perpompaannya," ujarnya.

Brigade Pangan dan Modernisasi Alsintan

Baca Juga:

Dalam dialog tersebut, petani juga meminta dukungan modernisasi alat mesin pertanian (alsintan). Mentan Amran merespons cepat dengan membentuk Brigade Pangan di Kecamatan Kroya serta menurunkan bantuan alsintan seperti hand tractor.

Tak hanya itu, ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kelembagaan petani dan mendorong pengelolaan tanah hutan secara lebih produktif.

"Intinya kami adalah pelayan rakyat. Kami akan monitor semua aspirasi Bapak Ibu. Doakan, jika tidak ada cuaca ekstrem, kita bisa swasembada pangan lebih cepat," pungkas Amran.

Langkah cepat dan responsif dari Kementan ini mendapat apresiasi dari para petani yang hadir dalam dialog. Diharapkan, kebijakan dan tindakan yang diambil mampu mendorong ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.*

(oz/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru