BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

Cuaca Ekstrem Ancaman Serius bagi Produksi Padi dan Jagung di Indonesia

- Sabtu, 25 Oktober 2025 08:33 WIB
Cuaca Ekstrem Ancaman Serius bagi Produksi Padi dan Jagung di Indonesia
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Fenomena cuaca ekstrem kini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan Indonesia.

Kekeringan berkepanjangan hingga banjir mendadak telah menyebabkan ribuan hektar lahan pertanian gagal panen, terutama pada produksi padi dan jagung.

Baca Juga:
Data penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim memicu penurunan produktivitas tanaman pangan, memaksa petani menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah setiap musim tanam.

Ancaman terhadap Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan Indonesia harus menjamin ketersediaan pangan dari sisi kuantitas, kualitas, keamanan, dan keterjangkauan.

Namun, tantangan semakin kompleks dengan pertumbuhan penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan konversi lahan pertanian untuk kebutuhan non-pertanian.

Menurut Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 23, produksi pangan bergantung pada keseimbangan antara manusia, teknologi, dan unsur alam seperti tanah, air, dan iklim.

Dalam beberapa tahun terakhir, anomali iklim seperti perubahan intensitas curah hujan, kenaikan suhu, kekeringan, dan banjir semakin sering terjadi.

Fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) menjadi salah satu faktor utama variabilitas iklim di Indonesia.

El Niño memicu kekeringan parah, sedangkan La Niña menyebabkan curah hujan berlebih yang sama-sama merugikan petani.

Dampak Cuaca Ekstrem pada Padi
Penelitian menunjukkan bahwa El Niño memberikan dampak negatif signifikan pada produksi padi. Kenaikan curah hujan 1% dapat menurunkan produksi padi sebesar 0,078%.

Padi sawah dapat mengalami penurunan produksi hingga 2,43%, sedangkan padi ladang hingga 2,91%, karena tidak tersambung dengan jaringan irigasi.

Studi di Sulawesi Utara memperlihatkan produktivitas padi turun drastis dari 6,80 ton/ha menjadi 3,54 ton/ha akibat kenaikan suhu 2,5°C dan curah hujan 25%.

Penurunan curah hujan juga memaksa pergeseran musim tanam sehingga intensitas penanaman sepanjang tahun berkurang.

Dampak Cuaca Ekstrem pada Jagung
Sementara itu, produksi jagung relatif lebih tahan terhadap perubahan curah hujan. Tanaman ini membutuhkan air lebih sedikit, dan para petani telah mengembangkan strategi mitigasi dan adaptasi setelah menghadapi fenomena ENSO berulang kali.

Dengan demikian, dampak cuaca ekstrem terhadap produksi padi dan jagung menunjukkan pola berbeda, namun sama-sama mengancam ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:

Strategi Mitigasi
Para ahli menekankan perlunya pendekatan komprehensif untuk menjaga stabilitas produksi pangan. Strategi tersebut meliputi
- Pengembangan varietas padi dan jagung tahan kekeringan
- Perluasan jaringan irigasi
- Pemanfaatan teknologi prediksi cuaca
- Program asuransi pertanian
- Optimalisasi penggunaan pupuk subsidi sesuai dosis anjuran

Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat meminimalkan kerugian dan menjaga ketahanan pangan meski menghadapi tantangan perubahan iklim.*

(vo/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Lampung Siap Jadi Lumbung Bahan Baku Bioetanol Nasional
Lampung Selatan Terapkan Padi Biosalin, Ubah Lahan Pesisir Jadi Sawah Produktif
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Sabtu 25 Oktober 2025: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Sabtu 25 Oktober 2025: Berpotensi Hujan Disertai Petir
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Sabtu 25 Oktober 2025: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Sabtu 25 Oktober 2025: Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Ringan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru