BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Lampung Selatan Terapkan Padi Biosalin, Ubah Lahan Pesisir Jadi Sawah Produktif

Ahmad Yani Setiawan - Sabtu, 25 Oktober 2025 08:41 WIB
Lampung Selatan Terapkan Padi Biosalin, Ubah Lahan Pesisir Jadi Sawah Produktif
Pemkab Lampung Selatan saat meninjau langsung lahan percontohan penerapan program Padi Biosalin milik Kardiyansyah, anggota kelompok tani di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Jumat (24/10/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus mendorong inovasi pertanian melalui pendekatan kolaboratif pentahelix, bertujuan meningkatkan produktivitas lahan sekaligus kesejahteraan petani.

Salah satu terobosan terbaru adalah penerapan program Padi Biosalin (Bio Salinity Tolerant Rice) di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, yang berhasil mengubah lahan bekas tambak udang berair asin menjadi sawah produktif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, Anasrullah, bersama Ketua BPH Yayasan Batutta Bangun Negeri Universitas Indonesia Mandiri (UIM) Toto Priyana dan Direktur Riset, Inkubasi Bisnis, serta Kualitas UIM, Sigit Apriyanto, meninjau langsung lahan percontohan milik Kardiyansyah, anggota kelompok tani setempat, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga:

Kunjungan ini turut dihadiri Ketua Dekopinda Lampung Selatan Rudi Topan, Kepala Desa Sidoasih, Kepala Desa Bandar Agung, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Inovasi Padi Biosalin digagas oleh tokoh masyarakat Kang Jalu, yang berupaya memanfaatkan lahan pesisir terdampak intrusi air laut agar tetap produktif.

"Ladang ini dulunya tambak udang dengan air payau. Kami ingin membuktikan bahwa tanah seperti ini tetap bisa produktif jika ditanami varietas yang tepat," ujar Jalu.

Ia menambahkan, uji coba dilakukan di lahan dengan kadar garam tinggi, dan hasilnya menunjukkan varietas Padi Biosalin mampu tumbuh serta berproduksi dengan baik.

"Ke depan, kami akan terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan-lahan tidur. Meski airnya payau atau asin, padi ini tetap bisa tumbuh dan memberikan hasil," katanya.

Kadis Kominfo Lampung Selatan Anasrullah menilai keberhasilan Padi Biosalin merupakan langkah cerdas dalam memanfaatkan lahan pesisir yang selama ini dianggap tidak potensial.

"Ini solusi nyata bagi masyarakat di kawasan pantai. Saat musim kemarau dan pasokan air tawar terbatas, petani tetap bisa bercocok tanam. Dengan begitu, roda ekonomi masyarakat tetap bergerak," ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi pertanian adaptif seperti Biosalin menjadi bukti nyata bahwa teknologi mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam.

Sementara itu, Sigit Apriyanto, Direktur Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas UIM, menyebut pengembangan Padi Biosalin di lahan bekas tambak merupakan langkah strategis menuju pertanian berkelanjutan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cuaca Ekstrem Ancaman Serius bagi Produksi Padi dan Jagung di Indonesia
Cuaca Ekstrem Ancaman Serius bagi Produksi Padi dan Jagung di Indonesia
Ketergantungan Impor Biji Kakao Indonesia Meningkat, Pemerintah Siapkan Replanting 248.500 Hektare
Evolusi Gaming Genggam: ROG Xbox Ally X Tampil Lebih Nyaman dan Bertenaga
Gubernur Koster Dukung Pembangunan Rice Milling Unit di Tabanan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bali
Mentan Andi Amran Sulaiman: 27.000 Milenial Kini Pilih Jadi Petani dengan Pendapatan Rp15–20 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru