JAKARTA – Di tengah padatnya kawasan Jakarta Selatan, berdiri deretan rak putih menjulang hingga 18 meter ke langit. Dari luar, bangunan ini sekilas tampak sepertiC.
Namun begitu melangkah ke dalam, pemandangan hijau menyambut mata barisan tanaman segar seperti selada, mint, perilla, hingga basil tumbuh rapi di tiap tingkat.
Inilah Ladang Farm Teknologi, pelopor pertanian vertikal tertinggi di Indonesia. Berlokasi di kawasan Cilandak, usaha ini menjadi bukti bahwa lahan sempit perkotaan tetap bisa menghasilkan pangan produktif dan berkelanjutan.
Didirikan pada 2022 di bawah naungan PT Ladang Teknologi Nusantara, Ladang Farm berawal dari perusahaan teknologi yang bergerak di bidang rekayasa perangkat lunak.
Keinginan untuk menerapkan kemampuan teknologi ke sektor pertanian modern menjadi titik awal lahirnya proyek ambisius ini.
"Awalnya kami bergerak di bidang software dan engineering. Tapi kami ingin mengembangkan teknologi untuk pertanian. Dari situ lahir Ladang Farm," ujar General Manager Ladang Farm, Nova Riswanto, saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/10/2025).
Berbeda dari kebanyakan kebun hidroponik, Ladang Farm berdiri tegak dengan struktur vertikal setinggi 18 meter — tertinggi di Indonesia.
Dengan konsep bertingkat, mereka mampu menghasilkan panen setara satu hektare lahan konvensional hanya dari sebidang tanah di tengah kota.
"Kami berdiri di tengah perkotaan, jadi fokusnya vertikal. Dengan lahan sempit, hasilnya bisa setara satu hektare," kata Nova.
Di luar negeri, konsep serupa sudah banyak diterapkan. Namun di Indonesia, Ladang Farm menjadi pionir dengan skala dan ketinggian yang belum pernah ada sebelumnya.
"Di Indonesia, rata-rata vertical farming hanya sekitar enam meter. Ladang Farm menjadi yang pertama dengan ketinggian 18 meter," imbuhnya.
Untuk menopang sistem tanam setinggi itu, Ladang Farm menerapkan teknologi hidroponik berbasis gravitasi. Air dialirkan dari tandon bawah ke bagian atas melalui pompa, kemudian didistribusikan kembali ke tiap rak menggunakan gaya gravitasi.
"Karena sistemnya tinggi, kami manfaatkan pompa dan tandon di atas. Setelah itu air turun alami dengan gravitasi," jelas Nova.
Aktivitas panen dan penanaman di ketinggian 18 meter dilakukan menggunakan carlift, atau lift barang khusus yang dirancang untuk mengangkut hasil panen dan perlengkapan.
Saat ini Ladang Farm menanam lima jenis tanaman utama: Thai basil, Italian basil, perilla (shiso), mint, dan selada. Dari kelima varietas tersebut, Thai basil menjadi komoditas unggulan dan paling diminati restoran-restoran Thailand di kawasan Jabodetabek.
"Kami menjadi pemasok utama restoran Thailand di BSD, Kemayoran, Menteng, hingga Bekasi. Kapasitas produksi kami mencapai dua ton sayuran segar setiap bulan," tutur Nova.
Sistem panen dilakukan setiap hari, menyesuaikan kebutuhan restoran pelanggan agar produk selalu segar saat dikirim.
Selain berorientasi bisnis, Ladang Farm juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Beberapa ibu rumah tangga di lingkungan Cilandak kini menjadi tenaga bantu dalam kegiatan produksi harian.
"Kami memberdayakan masyarakat sekitar, terutama ibu-ibu. Selain itu, kami juga membuka program edukasi agar masyarakat bisa belajar membuat sistem hidroponik sederhana di rumah," jelas Nova.
Ia berharap konsep urban farming dapat mendorong ketahanan pangan lokal, khususnya di kawasan perkotaan yang minim lahan.
Meski sukses menjadi pionir, Ladang Farm menghadapi tantangan besar dari sisi biaya energi. Lampu pertumbuhan (grow light) untuk tanaman seperti selada membutuhkan daya listrik cukup tinggi.
"Tantangan terbesar kami saat ini adalah biaya listrik. Tapi kami sudah hitung dan siapkan solusi efisiensi," ujar Nova.
Ke depan, Ladang Farm berencana memperluas sistem pertanian vertikal ini ke kota-kota besar lain di Indonesia. Tujuannya, menghadirkan pertanian bersih, tanpa pestisida, di tengah kawasan urban yang kian padat.
"Kami ingin membawa konsep vertical farming ini ke kota lain. Ladang Farm akan terus identik dengan pertanian sehat, modern, dan ramah lingkungan," pungkas Nova.*
(kp/M/006)
Editor
: Redaksi
Bikin Heboh! Kebun Vertikal 18 Meter di Cilandak Jadi Pemasok Restoran Premium