BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Ketahanan Pangan di Era Perubahan Iklim: Peran Petani, Pemerintah, dan Teknologi

- Minggu, 26 Oktober 2025 09:15 WIB
Ketahanan Pangan di Era Perubahan Iklim: Peran Petani, Pemerintah, dan Teknologi
Irigasi tetes bisa menjadi solusi petani untuk tetap panen saat kemarau panjang. (Foto: Dian Firmansyah/detikcom)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTALahan pertanian di Indonesia kini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim.

Fenomena kekeringan ekstrem, banjir tak terduga, dan pergeseran pola musim hujan bukan lagi prediksi, melainkan realitas yang dihadapi petani setiap hari.

Menurut Fakultas Pertanian Universitas Medan Area, ketidakpastian curah hujan mengancam produksi komoditas utama seperti beras, jagung, dan sayuran, yang sangat bergantung pada musim yang terprediksi.

Baca Juga:

Peningkatan suhu global pun meningkatkan frekuensi gelombang panas, mengurangi kesuburan tanah, serta meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman.

"Beberapa wilayah kini mengalami kekeringan panjang saat musim kemarau, sementara banjir merusak lahan pertanian di musim hujan. Kondisi ini jelas mengganggu produktivitas petani," ujar akademisi Fakultas Pertanian.

Selain itu, kenaikan permukaan laut menyebabkan intrusi air laut di wilayah pesisir dan dataran rendah, memperparah kerusakan lahan.

Cuaca ekstrem seperti topan tropis, hujan deras, dan kekeringan panjang semakin sering terjadi, merusak infrastruktur pertanian dan menurunkan hasil panen.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, penerapan teknologi pertanian canggih menjadi solusi utama.

Pertanian presisi dengan sensor dan drone memungkinkan petani memantau kondisi lahan secara real-time dan mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, serta pestisida.

Sistem irigasi cerdas berbasis data cuaca membantu penggunaan air secara efisien, sementara pengembangan varietas tanaman tahan iklim, seperti tahan kekeringan dan suhu tinggi, menjadi prioritas riset.

Praktik pertanian berkelanjutan, seperti agroforestry, rotasi tanaman, dan penggunaan tanaman penutup tanah, membantu menjaga kesuburan dan kelembapan tanah.

Penguatan infrastruktur pertanian juga diperlukan, meliputi pembangunan sistem drainase, fasilitas penyimpanan pangan, serta pengolahan dan distribusi hasil pertanian yang efisien.

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Stabilkan Harga Pangan, Polda Bali Sidak Distributor dan Toko Modern
Update Harga Pangan 25 Oktober: Harga Cabai dan Minyak Goreng Turun, Konsumen Bisa Hemat!
Cuaca Ekstrem Ancaman Serius bagi Produksi Padi dan Jagung di Indonesia
Sidak Beras di Denpasar, Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Harga Sesuai HET
Update Harga Pangan 24 Oktober 2025: Beras Premium Melonjak, Daging & Telur Stabil
Turunnya Harga Pangan Jadi Kabar Baik, Beras dan Cabai Turun Drastis!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru