BREAKING NEWS
Minggu, 01 Maret 2026

Mentan Amran Copot Pejabat Kementan di Tengah Sidak Usai Ketahuan Sewakan Lahan Negara

Adam - Rabu, 12 November 2025 17:00 WIB
Mentan Amran Copot Pejabat Kementan di Tengah Sidak Usai Ketahuan Sewakan Lahan Negara
Mentan Andi Amran Sulaiman saat sidak di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (12/11/2025). (foto: a.amran_sulaiman/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUBANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan ketegasannya dalam menegakkan disiplin aparatur negara.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (12/11/2025), Amran mencopot dua pejabat jajarannya yang kedapatan menyewakan lahan percobaan milik negara kepada pihak luar.

"Kita punya teknologi, alat, sumber daya manusia, dan lahan, tapi malah disewakan kepada orang. Ini tidak benar. Hari ini juga kami copot direkturnya dan eselon tiganya. SK-nya langsung saya serahkan di lapangan," tegas Amran di hadapan jajaran pegawai BRMP Sukamandi.

Baca Juga:

Menurut Amran, tindakan tegas itu diambil karena penyewaan lahan negara bertentangan dengan tujuan BRMP, yakni pengembangan dan produksi benih unggul untuk kepentingan publik, bukan keuntungan pribadi.

"Lahan ini 300 hektare, tapi hanya satu hektare yang dikelola, sementara 299 hektare disewakan. Mulai hari ini, lahan itu harus ditanami lagi. Kami beri waktu tiga bulan untuk buktikan hasil," katanya.

Amran menegaskan, tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun di bawah kepemimpinannya.

Ia menginstruksikan seluruh BRMP di Indonesia agar menjadi contoh produktivitas dan inovasi teknologi pertanian.

"BRMP harus menghasilkan benih terbaik dan jadi contoh bagi petani di sekitarnya. Hasilnya nanti dibagikan gratis kepada masyarakat," ujarnya.

Langkah Amran ini memperlihatkan gaya kepemimpinannya yang langsung dan tanpa kompromi.

Ia menyebut model baru di Kementan tidak lagi mengenal rapat panjang untuk menjatuhkan sanksi.

"Model baru sekarang, tidak perlu rapat lama-lama di kantor. Kalau saya temukan pelanggaran, SK-nya langsung dicopot di lapangan," katanya.

Meskipun dikenal tegas, Amran tetap memberikan apresiasi kepada jajaran Kementan dan seluruh pihak yang telah bekerja keras membawa sektor pertanian mencapai swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target empat tahun.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sidak Harga Beras, Satgas Pangan Polda Bali Pantau Ketersediaan dan HET di Pasar
Kios Pupuk Bersubsidi UD HB di Padangsidimpuan Dinonaktifkan, Penyaluran Dialihkan ke UD Sinar Rezeki
Mentan Amran Sulaiman Kembangkan Peternakan Ayam Petelur di Daerah Harga Telur Tinggi
Satgas Pangan Polda Bali Gelar Sidak Harga Beras, Semua Toko Patuh HET
Generasi Muda Diajak Terjun ke Dunia Peternakan, Bisa Hasilkan Untung Besar dan Dukung MBG
Mentan Luncurkan Layanan “Lapor Pak Amran” untuk Berantas Mafia dan Korupsi di Sektor Pertanian
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru