BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Februari 2026

Warga Cipendawa Tolak Proyek Geotermal di Gunung Gede–Pangrango, Bisa “Mematikan” Pertanian dan Air Bersih

S. Erfan Nurali - Senin, 12 Januari 2026 08:51 WIB
Warga Cipendawa Tolak Proyek Geotermal di Gunung Gede–Pangrango, Bisa “Mematikan” Pertanian dan Air Bersih
Rombongan Media Independen Online (MIO) Indonesia melakukan kunjungan ke Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Minggu (11/1/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CIANJUR – Warga Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menyuarakan kegelisahan mereka terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung GedePangrango.

Mereka menilai proyek tersebut berpotensi mengancam sumber kehidupan masyarakat, terutama air bersih dan lahan pertanian yang menjadi penopang ekonomi lokal.

Keluhan warga disampaikan saat rombongan Media Independen Online (MIO) Indonesia melakukan kunjungan ke desa setempat, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga:

Delegasi yang dipimpin Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, didampingi Wakil Ketua Umum Ir Agung Karang, Ketua MIO Provinsi DKI Jakarta Gito Richardo, dan Ketua MIO Jakarta Timur S. Erfan Nurali.

Warga menekankan bahwa Gunung GedePangrango bukan sekadar bentang alam, melainkan wilayah tangkapan air penting yang menopang ribuan hektare pertanian serta kebutuhan air bersih masyarakat Cianjur dan sekitarnya.

Mereka khawatir kegiatan pengeboran panas bumi dapat menurunkan debit mata air, merusak ekosistem, dan meningkatkan risiko bencana, mengingat kawasan tersebut rawan longsor dan gempa.

"Kami hidup dari tanah dan air di sini. Kalau mata air terganggu, pertanian mati. Itu sama saja mematikan kehidupan kami," ujar seorang petani setempat.

Selain itu, warga menyoroti status Gunung GedePangrango sebagai kawasan taman nasional dan wilayah konservasi.

Eksplorasi geotermal dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, AYS Prayogie menegaskan bahwa pembangunan energi terbarukan harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan hak masyarakat lokal.

"Energi bersih seharusnya dibangun tanpa mengorbankan ruang hidup rakyat. Jika masyarakat merasa terancam, negara wajib hadir untuk mengevaluasi dan mendengar," katanya.

Warga Cipendawa bersama jaringan masyarakat Cianjur menuntut penghentian sementara proyek geotermal.

Mereka meminta dokumen perizinan dan kajian lingkungan dibuka secara transparan, sekaligus memastikan kawasan konservasi tetap terjaga.

Penolakan ini, menurut warga, bukan semata soal proyek, melainkan upaya mempertahankan sumber kehidupan dan warisan alam bagi generasi mendatang.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua DPRD Padangsidimpuan Dorong Penguatan Koperasi Desa Merah Putih: Pemko Harus Serius!
Sekda Aceh Tegaskan Pemulihan Ekonomi Tak Hanya Fisik, Tapi Juga UMKM dan Lapangan Kerja
Mendagri Salurkan Ratusan Gerobak dan Bantuan Pangan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang
IKN Kebanjiran Investor: Lima Perusahaan Baru Siap Bangun Nusantara dengan Total Rp 66 Triliun
Warga Bersuka Cita! Jembatan Gantung Baru di Silau Padang Resmi Dibuka, Bantu Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Beri Uang Lauk Rp 15 Ribu per Hari untuk Pengungsi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru