JAKARTA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menarik minat investor swasta.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat lima investor baru resmi bergabung dalam pembangunanibu kota baru, dengan sektor usaha mulai dari kuliner, olahraga, perniagaan, hingga perkantoran swasta.
Kelima perusahaan tersebut adalah PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya.
Masing-masing investor telah menandatangani tujuh perjanjian pemanfaatan tanah dan akta notarial di Kantor Balai Kota OIKN.
Kepala OtoritaIKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan optimisme atas kehadiran investor baru ini.
"Hadirnya tambahan proyek ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara," ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Bergabungnya lima investor baru ini menjadikan total investor swasta yang terlibat dalam pembangunanIKN mencapai 50 perusahaan, dengan nilai investasi keseluruhan menembus Rp 66 triliun.
Investasi tersebut tersebar dalam lima klaster utama: komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian dan residensial.
Di klaster hunian, salah satu proyek yang akan dikembangkan oleh PT Pakubuwono Mandiri Investama adalah pembangunan apartemen untuk staf kedutaan asing.
Proyek ini ditargetkan dimulai pada Juli 2026 dan rampung pada Juli 2028, diharapkan dapat mendukung aktivitas diplomatik dan internasional di ibu kota baru.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, menambahkan, "Sebagian besar dari tujuh perjanjian kerja sama ini akan mulai pembangunan sekitar pertengahan 2026. Saat ini, para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan perizinan."
Sementara itu, perwakilan PT Batara Maduma Prospernusa, Bob Yanuar, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan OIKN kepada pihak swasta.