Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional yang diproyeksikan sebesar 15,4 juta ton selama periode Januari hingga Juni.
Dengan demikian, Indonesia diperkirakan mencatat surplus produksi beras sekitar 3,7 juta ton.
Sebagian besar surplus tersebut telah diserap Perum Bulog sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
*"Dari awal tahun sampai 26 Juni, Bulog telah melaksanakan penyerapan setara beras sebanyak 3,2 juta ton," ujar Sarwo.
Sementara itu, penyaluran Cadangan Beras Pemerintah kepada masyarakat hingga 26 Juni telah mencapai 1,07 juta ton melalui berbagai program pemerintah.
Meski penyaluran terus berjalan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih mencapai sekitar 5,17 juta ton.
Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan optimistis stok beras nasional akan mencukupi hingga Mei 2027.
Menurutnya, pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi menghadapi potensi kondisi serupa tahun ini.
*"Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Insya Allah aman, katakanlah sampai Desember. Bahkan beras kita sudah sampai Mei pun cukup. Jadi tidak masalah," kata Amran.
Bapanas memperkirakan stok beras nasional pada akhir 2026 masih mencapai sekitar 16,24 juta ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama sekitar lima bulan pada 2027.
Ketersediaan beras diperkirakan akan semakin meningkat ketika memasuki musim panen raya pada Maret hingga April tahun depan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.