Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman meski Indonesia diprediksi akan menghadapi musim kemarau dan potensi fenomena El Nino pada tahun ini.
Pemerintah mengklaim telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak dini, mulai dari penguatan cadangan pangan hingga menjaga produksi pertanian tetap stabil.
Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Baca Juga:
"Pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini. Kesiapan stok pangan Indonesia berada di status yang cukup kuat," kata Sarwo Edhy di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Sarwo, pemerintah tidak hanya mengandalkan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang dikelola pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota.
*"Memang ada prediksi El Nino dan musim kering, sehingga kita sudah antisipasi daerah-daerah yang defisit itu untuk persiapan, baik dari produksi maupun stok. Pemerintah mempunyai CPP dan CPPD yang dikelola di pemerintah pusat dan di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota," ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga September 2026 dengan peluang munculnya fenomena El Nino.
Sementara itu, sejumlah lembaga internasional juga telah melaporkan dampak El Nino mulai dirasakan di Papua Nugini.
Meski demikian, Sarwo menegaskan hingga saat ini kondisi cuaca di Indonesia masih tergolong normal sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian.
*"Terkait dengan cuaca selama ini masih cukup normal, sehingga belum berpengaruh terhadap pertanaman. Jadi peningkatan produksi tetap dapat tercapai," katanya.
Ia menambahkan, Bapanas terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca sekaligus memberikan sosialisasi kepada petani agar menerapkan pola tanam sesuai dengan rekomendasi pemerintah.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Bapanas hingga Juni 2026, produksi beras nasional pada semester pertama diperkirakan mencapai 19,2 juta ton.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional yang diproyeksikan sebesar 15,4 juta ton selama periode Januari hingga Juni.
Dengan demikian, Indonesia diperkirakan mencatat surplus produksi beras sekitar 3,7 juta ton.
Sebagian besar surplus tersebut telah diserap Perum Bulog sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
*"Dari awal tahun sampai 26 Juni, Bulog telah melaksanakan penyerapan setara beras sebanyak 3,2 juta ton," ujar Sarwo.
Sementara itu, penyaluran Cadangan Beras Pemerintah kepada masyarakat hingga 26 Juni telah mencapai 1,07 juta ton melalui berbagai program pemerintah.
Meski penyaluran terus berjalan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih mencapai sekitar 5,17 juta ton.
Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan optimistis stok beras nasional akan mencukupi hingga Mei 2027.
Menurutnya, pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi menghadapi potensi kondisi serupa tahun ini.
*"Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Insya Allah aman, katakanlah sampai Desember. Bahkan beras kita sudah sampai Mei pun cukup. Jadi tidak masalah," kata Amran.
Bapanas memperkirakan stok beras nasional pada akhir 2026 masih mencapai sekitar 16,24 juta ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama sekitar lima bulan pada 2027.
Ketersediaan beras diperkirakan akan semakin meningkat ketika memasuki musim panen raya pada Maret hingga April tahun depan.
Pemerintah berharap kesiapan stok, peningkatan produksi, serta koordinasi dengan berbagai pihak mampu menjaga ketahanan pangan nasional meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi El Nino.* (tt/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.