Rico Waas: Jangan Wariskan Cerita Sedih, Kota Harus Tumbuh Tanpa Merusak Lingkungan
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan pemerintah kota di seluruh Indonesia agar tidak hanya fokus membangun gedung
PEMERINTAHAN
TAPUT - Program rehabilitasi lahan pertanian rakyat yang tertimbun pasir akibat banjir bandang Sumatera November 2025 lalu, ternyata cenderung hanya menghamburkan anggaran.
Ini terutama terlihat di Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut.
Pengamatan bitvonline.com di Kecamatan Purbatua, terutama di Desa Sibulanbulan, Minggu (28/07/2026), puluhan hektar lahan pertanian belum bisa dikelola karena masih tertimbun pasir yang cukup dalam.Baca Juga:
"Dengan kondisi tanah yang masih tertimbun pasir seperti ini, mana bisa ditanami padi. Lihatlah, tanahnya belum terlihat. Pasirnya masih cukup tebal," kata salah seorang warga kepada bitvonline.com.
Padahal, sekitar Mei 2026 lalu, pemerintah sudah melakukan program rehabilitasi lahan pertanian dengan menurunkan dua alat berat di Desa Sibulanbulan.
Kedua alat berat itu dimaksudkan untuk melakukan pengerukan pasir di lahan pertanian rakyat yang tertimbun pasir akibat banjir.
"Memang kami melihat sendiri alat berat itu beroperasi mengeruk pasir dari lahan persawahan. Tapi ternyata, pasir tersebut tidak dikorek sampai habis dan terlihat tanahnya," jelas salah seorang warga.
Anehnya, ketika dipertanyakan masyarakat, operator alat berat itu justru mengaku bahwa mereka hanya diperintahkan untuk mengeruk pasir dari lahan pertanian sedalam 30 Cm.
"Padahal, kedalaman pasir yang menimbun lahan pertanian itu bervariasi. Banyak titik lahan yang kedalaman pasirnya lebih dari 30 Cm. Bahkan ada sampai 50 Cm lebih. Kalau yang dikeruk hanya 30 cm, program rehabilitasi ini kan menjadi sia sia. Memghambur hamburkan anggaran," tegas warga yang tidak mau disebut namanya.
Akibat program rehabilitasi lahan pertanian yang sia sia itu, akhirnya sampai saat ini masyarakat belum bisa memgelola lahan pertaniannya.
"Karena itu, kami mengharap agar pemerintah, baik pemerintah Kabupaten Taput, Provinsi Sumut atau pemerintah pusat, turun langsung ke Desa Sibulanbulan," harapnya.
Sebelumnya, masyarakat maupun tokoh masyarakat, termasuk Koordinator PMPHI Dra Gandi Parapat telah mendesak pemerintah mengatasi lahan pertanian yang tertimbun pasir tersebut.
Gandi Parapat sendiri sempat turun langsung ke Desa Sibulanbulan untuk melihat kondisi lahan pertanian itu.
"Saya berharap pemerintah harus turun melihat langsung hasil program rehabilitasi tersebut. Pemkab Taput juga harus bertanggung jawab atas nasib rakyatnya," tegas Gandi Parapat. * (ad)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan pemerintah kota di seluruh Indonesia agar tidak hanya fokus membangun gedung
PEMERINTAHAN
BATU BARA Rentetan dugaan kasus pencurian yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kecamatan Talawi dan Kecamatan Tanjung Tiram sem
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Raman KrisnaANGGARAN negara pada hakikatnya adalah uang rakyat. Karena itu, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus mampu dip
OPINI
TAPANULI SELATAN Sedikitnya 23 titik longsor dan badan jalan amblas ditemukan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) SipirokTarutun
PERISTIWA
MEDAN Penyanyi muda asal Sumatera Utara, Felicia, berhasil melangkah ke babak Top 5 ajang pencarian bakat The Icon Indonesia yang ditaya
ENTERTAINMENT
MEDAN Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke436 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polda Metro Jaya meminta hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo te
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Peristiwa yang menyita perhatian terjadi di Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Seorang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UndangUndang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Nama Raja Sisingamangaraja XII telah lama dikenang sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Indonesia. Ia tidak hanya di
SENI DAN BUDAYA