Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH – Aktivitas di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lam Pulo, Banda Aceh, sudah dimulai sejak fajar menyingsing.
Suasana di kawasan pelabuhan dipenuhi hiruk pikuk nelayan, pedagang, hingga para penggalas yang menunggu kapal-kapal ikan bersandar.
Pelabuhan Lam Pulo yang berada di pesisir utara Kota Banda Aceh dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka menjadi pusat aktivitas perikanan terbesar di Aceh.
Baca Juga:
Dengan luas sekitar 80 hektare, pelabuhan ini merupakan satu-satunya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) aktif di Kota Banda Aceh yang melayani bongkar muat sekaligus pelelangan hasil tangkapan nelayan.
Sejak dini hari, kapal-kapal nelayan silih berganti berangkat melaut maupun kembali membawa hasil tangkapan.
Kondisi tersebut membuat kawasan pelabuhan selalu ramai oleh pedagang ikan keliling, agen pembeli, hingga masyarakat yang datang mencari ikan segar.
Di sepanjang jalan menuju pelabuhan, pedagang sayuran juga terlihat memanfaatkan ramainya aktivitas untuk menawarkan dagangannya kepada para pengunjung dan nelayan.

Tidak hanya pedagang ikan dan sayuran, masyarakat yang menyediakan jasa membersihkan ikan juga mulai berjejer sejak subuh.
Dengan peralatan sederhana berupa pisau, batu asah, dan papan kayu sebagai alas pemotong, mereka menunggu pembeli yang ingin langsung membersihkan ikan sebelum dibawa pulang.
Bagi warga Lam Pulo, aktivitas di pelabuhan bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi sumber penghidupan utama.
Sebagian besar penduduk Gampong Lam Pulo berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil laut.
Wilayah ini juga menyimpan sejarah panjang.
Gampong Lam Pulo merupakan salah satu kawasan yang mengalami kerusakan parah akibat bencana tsunami Aceh pada 2004.
Setelah dibangun kembali, pelabuhan perikanan menjadi pusat kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir.
Di sepanjang dermaga, suasana ramai sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Para pedagang menawarkan ikan segar kepada pembeli, sementara agen-agen perikanan menunggu proses pelelangan dimulai ketika kapal-kapal baru merapat.
Namun, tidak semua hasil tangkapan masuk ke pelelangan.
Nelayan yang membawa hasil tangkapan dalam jumlah sedikit atau memperoleh ikan dari pemberian anak buah kapal biasanya memilih menjual langsung kepada masyarakat dengan harga yang dianggap wajar.
Berdasarkan harga pada Senin, 29 Juni 2026, ikan tongkol kecil dijual sekitar Rp25.000 per kilogram, sedangkan ikan rambe dipasarkan dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram.
Pelabuhan Perikanan Samudera Lam Pulo mampu melayani kapal-kapal penangkap ikan berukuran mulai 30 Gross Tonnage (GT) hingga lebih dari 200 GT.
Keberadaan pelabuhan ini menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat pesisir sekaligus pusat distribusi hasil perikanan di Provinsi Aceh.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.