BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Daging Pala yang Dulu Terbuang Kini Diolah Jadi Minuman, Produk Abdya Mulai Dikenalkan di Banda Aceh

T.Jamaluddin - Minggu, 20 September 2026 12:09 WIB
Daging Pala yang Dulu Terbuang Kini Diolah Jadi Minuman, Produk Abdya Mulai Dikenalkan di Banda Aceh
Produk minuman pala dibagikan dalam agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar IKAMABDYA bersama Hipelmabdya, Sabtu, 19 September 2026, di UCC Ahmad Dahlan UNMUHA. (foto: Ist//BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHAceh Barat Daya (Abdya) dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam di Aceh.

Selain memiliki beras khas yang dikenal dengan nama Breuh Sigupai, daerah tersebut juga memiliki komoditas perkebunan berupa buah pala.

Buah pala atau Myristica fragrans Houtt menjadi salah satu komoditas unggulan perkebunan di Abdya.

Baca Juga:

Namun, pemanfaatan buah pala selama ini masih terbatas, terutama pada bagian daging buahnya.

Padahal, pala memiliki sejarah panjang sebagai komoditas bernilai ekonomi.

Pada masa penjajahan, khususnya era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), pala menjadi salah satu rempah yang memiliki nilai tinggi dan turut mendorong bangsa Eropa mencari wilayah penghasil rempah di Nusantara.

Potensi tersebut kini coba dikembangkan melalui pengolahan buah pala menjadi minuman.

Usaha rumahan yang bernaung dalam Perseroan Perorangan PalaQI atau QiPa milik Iskandar Tsani memperkenalkan minuman pala alami dan fermentasi kepada masyarakat Banda Aceh.

Produk tersebut dibagikan dalam agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Ikatan Masyarakat Aceh Barat Daya (IKAMABDYA) bersama Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Barat Daya (Hipelmabdya), Sabtu, 19 September 2026, di UCC Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA).

Owner QiPa, Sarah Artsila Arafah, mengatakan kehadiran minuman pala di Banda Aceh merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan hasil alam Abdya.

Menurut dia, produk pala tidak hanya diharapkan beredar di tingkat kabupaten, tetapi juga dapat dikenal di pasar tingkat provinsi.

"Sejauh yang kami tahu, selama ini daging pala banyak terbuang di tingkat petani. Jadi, kami membeli dari petani langsung. Beberapa ada di Babah Lhok, ada juga di Lembah Sabil serta di beberapa desa lain. Semoga tindakan yang kami kerjakan ini bisa sedikit membantu petani. Yang selama ini dagingnya dibuang, kini bisa menambah nilai ekonomis," katanya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pangan Akhir Pekan Naik: Beras, Daging Sapi, Telur hingga Cabai Melonjak
Bupati Batu Bara Apresiasi Inovasi Bank Sampah Berseri, Ubah Sampah Jadi Pakan Ternak hingga Pupuk Tanaman
Jaga Kualitas MBG dan Kendalikan Harga Pangan, TPID Sumut Perkuat Tata Kelola SPPG
ICSM 2026 Digelar di Kepri, PB ISMI Bahas Masa Depan Selat Malaka
Pimpinan Bank Mandiri Pangururan Tersangka, Perkara Dugaan Korupsi Bantuan Bencana Masuk Tahap Pemberkasan
"Hak Prerogatif Gak Boleh Suka-Suka!": Pakar Buka-bukaan Kejanggalan Pencopotan Purbaya Usai Sentil Perusahaan China
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru