Diduga Keracunan MBG, Belasan Siswa SD Swasta As Syifa Deli Serdang Dilarikan ke Puskesmas
DELI SERDANG Belasan siswa SD Swasta As Syifa di Desa Jati Rejo, Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang, diduga mengalami keracunan usai m
PERISTIWA
JAKARTA -Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan terkait permasalahan yang tengah terjadi di dalam dunia politik.
Saleh menyatakan bahwa dinamika yang muncul harus mampu menciptakan keteduhan dan tidak memperburuk keadaan dengan saling mencari kesalahan.
"Kami tidak mau mencampuri persoalan yang terjadi di partai lain. Namun demikian, dinamika yang terjadi tetap diharapkan membawa keteduhan. Tidak saling menyalahkan, mempersalahkan, apalagi mencari kesalahan orang lain," ungkap Saleh dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (14/3/2025).
Saleh juga mengingatkan bahwa bulan suci ini merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengurangi kebiasaan mencari kesalahan orang lain.
Hal tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat membawa rahmat dan kasih sayang.
"Ini bulan suci. Kita semua diimbau memperbanyak ibadah. Kurangi mencari-cari kesalahan orang. Dengan begitu, ada rahmat dan kasih sayang yang disebarkan," tambahnya.
Saleh menekankan bahwa selama ini banyak orang yang mengakui prestasi dan kebaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dia pun mengingatkan bahwa tanpa bukti yang jelas, tudingan terhadap Jokowi bisa dianggap fitnah yang dapat menyebabkan keresahan.
"Banyak orang yang sudah mengakui kebaikan Jokowi. Banyak juga prestasi yang sudah ditorehkan. Semua itu harus diapresiasi sebagai bagian dari penghargaan dan penghormatan atas sesama anak bangsa," tegasnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri menanggapi tudingan yang menyebutkan dirinya mengutus seseorang untuk meminta PDIP tidak memecatnya.
Jokowi dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada utusan yang dia kirimkan untuk tujuan itu.
"Nggak ada (utusan), ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?" ujar Jokowi saat ditemui di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3).
Jokowi juga menambahkan bahwa tidak ada kepentingan baginya untuk mengirim utusan terkait permintaan agar PDIP tidak memecat dirinya.
Ia pun menegaskan bahwa selama ini ia lebih memilih untuk diam meskipun difitnah dan dicela.
"Kepentingannya apa saya mengutus untuk itu, kepentingannya apa? Coba logikanya," tambah Jokowi.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, mengungkapkan bahwa pada 14 Desember tahun lalu, ada utusan yang menyampaikan permintaan agar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mundur dan meminta PDIP tidak memecat Jokowi.
Deddy juga menyebutkan bahwa utusan tersebut menyampaikan informasi tentang sejumlah anggota PDIP yang menjadi target KPK dan kepolisian.
(dc/a)
DELI SERDANG Belasan siswa SD Swasta As Syifa di Desa Jati Rejo, Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang, diduga mengalami keracunan usai m
PERISTIWA
MEDAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan menilai kinerja Dinas Kesehatan Kota Medan sepanjang tahun anggaran 2025 masih belum o
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan sikap netral dalam proses pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan (PWPM)
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Konten kreator asal Perbaungan, Serdang Bedagai, Prayuka Uganda alias Yuka, dituntut 8 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa pen
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai menolak menerima hibah bangunan terapung yang menyerupai masjid di kawasan Water Front City at
PEMERINTAHAN
MEDAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan menyampaikan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Ko
PEMERINTAHAN
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Nota Rancangan P
PEMERINTAHAN
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian laporan hasil pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Lonjakan kasus HIV di Kabupaten Batu Bara kini menjadi sorotan tajam dan peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat. Pen
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat merespons kelangkaan minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita yang masih
EKONOMI