JAKARTA - Ketegangan antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas.
Permasalahan ini bermula dari pernyataan Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang mengungkapkan adanya utusan yang meminta agar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mundur, serta agar Jokowi tidak dipecat.
Pernyataan ini menyulut respons dari Jokowi yang meminta PDIP untuk membuktikan siapa utusan yang dimaksud.
"Siapa? Siapa? Harusnya disebutkan siapa, biar jelas," tegas Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3).
Jokowi juga mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap tudingan tersebut, karena ia merasa tidak ada kepentingan untuk mengirimkan utusan.
Meskipun Jokowi memilih diam saat difitnah atau dicela, dia mengingatkan bahwa kesabarannya ada batasnya.
"Saya udah diem lho, difitnah saya diem, dicela saya diem, dimaki-maki saya diem, saya ngalah terus, tapi ada batasnya," katanya.
Sementara itu, Deddy Sitorus membantah bahwa Jokowi mengirim utusan. Ia menyatakan bahwa hanya ada utusan yang datang ke PDIP dengan permintaan agar Jokowi tidak dipecat.
Deddy bahkan menyarankan untuk "ngopi bareng" dengan Jokowi untuk mengungkap siapa utusan tersebut.
Relawan Jokowi Bela Eks Kader PDIP
Perseteruan ini tak hanya melibatkan PDIP dan Jokowi, namun juga mendapat respons dari sejumlah relawan Jokowi.
Ketua Umum Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, meminta PDIP berhenti membuat drama dan cerita tanpa fakta yang jelas. Menurutnya, rakyat semakin cerdas untuk membedakan hoax, fitnah, dan kepalsuan.