"Kita harus bisa membedakan politik kekuasaan dan politik kebangsaan. Kalau tidak suka dengan presiden atau wakil presiden, silakan bersaing secara demokratis di pemilu berikutnya," tegas Boni.
Ia pun mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam upaya yang dapat merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun.
"Apa yang dilakukan kelompok yang menyudutkan Wapres Gibran adalah tindakan vulgar dan inkonstitusional. Ini bisa mengganggu stabilitas politik dan jalannya pemerintahan hasil pemilu," pungkasnya.*