May Day 2026, Gubernur Sumut Serahkan 1.700 Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan Asahan
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Asahan menerima 1.700 kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dalam momentum Hari B
PEMERINTAHAN
SOLO -Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), secara tegas menolak dikaitkan dengan bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang Muktamar partai tersebut pada September 2025.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi usai melaksanakan salat Iduladha, Jumat (6/6/2025). Ia mengatakan bahwa PPP sudah memiliki banyak figur potensial untuk memimpin partai berlambang Ka'bah itu.
"Enggak lah. Di PPP saya kira banyak calon-calon ketua umum yang jauh lebih baik, yang punya kapasitas, kapabilitas, punya kompetensi," ujar Jokowi.
Pernyataan ini cukup mencolok, mengingat sebelumnya Jokowi sering enggan menanggapi secara langsung ketika namanya disebut-sebut terkait jabatan strategis di partai politik, termasuk ketika diisukan masuk Golkar atau PSI.
Namun, kali ini Jokowi menunjukkan sikap lebih tegas, bahkan terkesan mengisyaratkan pilihan politiknya condong ke PSI.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai keputusan Jokowi untuk menjauh dari bursa ketum PPP tidak lepas dari dua pertimbangan utama.
Pertama, alasan ideologis. Jokowi yang dikenal sebagai sosok nasionalis dan lama berkarier di PDIP dinilai memiliki kedekatan lebih kuat dengan PSI sebagai partai berhaluan nasionalis progresif. Sementara PPP berbasis Islam, dengan akar kuat di pesantren dan kalangan santri.
"Selama ini Jokowi dikenal sebagai kader nasionalis. Lama di PDIP. Dan ketika mendekat ke PSI, sama-sama punya irisan ideologi yang kuat," jelas Agung.
Kedua, Jokowi dinilai tidak memiliki akar sejarah atau basis dukungan tradisional di PPP, yang umumnya diisi oleh tokoh agama. Hal ini juga memperkuat kecenderungan Jokowi untuk lebih merapat ke PSI, dibanding PPP.
Agung pun menilai bahwa sinyal Jokowi ini bisa menjadi indikasi keseriusannya untuk tetap aktif dalam dunia politik, meskipun tidak lagi menjabat presiden.
"Pak Jokowi mengirim pesan bahwa dia akan tetap berpolitik, berpartai, dan berada dalam orbit strategis kekuasaan kita," tutup Agung.
Dengan pernyataan terbuka ini, publik dan pengamat mulai membaca arah gerak politik Jokowi setelah tak lagi menjabat. Apakah ia akan mengambil peran formal di PSI atau hanya sebagai "king maker", semuanya masih terbuka. Namun satu hal yang jelas: Jokowi belum akan pensiun dari panggung politik nasional.*
(cn/j006)
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Asahan menerima 1.700 kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dalam momentum Hari B
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Banda Aceh berlangsung tertib dan kondusif pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan yang
NASIONAL
TOBA Sebuah kecelakaan lalu lintas menimpa bus yang mengangkut rombongan anak Sekolah Minggu di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), t
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa unsur buruh akan dilibatkan dalam Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan kesediaannya menjadi penjamin bagi aktivis buruh maupun pejuang reforma agraria
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan sejumlah negara di dunia tengah menghadapi kepanikan akibat ancaman krisis energi dan pangan
EKONOMI
JAKARTA Asap hitam pekat membubung di depan gerbang utama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) saat aksi peringatan Hari Buruh Internasional 2
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan akan memberikan warning kepada perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan Upah Min
PEMERINTAHAN
MEDAN Panitia Pelaksana Pemilihan Raya Mahasiswa (Panpel Pemira) Universitas Sumatera Utara (USU) menetapkan pasangan Angga Al Maaris Hara
PENDIDIKAN
TANJAB TIMUR Di tengah peringatan Hari Buruh Internasional 2026, jajaran Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur menggelar pertemuan santai
NASIONAL