Sekdes Ketoyan, Tofan Bangkit Sanjaya membantah klaim Rismon Sianipar yang menyebut lokasi KKN Presiden ke-7 Joko Widodo di Desa Ketoyan tidak bisa diverifikasi dan bahkan diduga baru terbentuk pada awal 2000-an. (foto: istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"KKN dicek saja, di Ketoyan, Boyolali. Tahun 1985 awal. Kalau mau tanya, ya tanya ke anak-anak kepala desa saat itu," ujar Jokowi di Solo.
Jokowi menegaskan bahwa siapa pun yang menuduh ijazahnya palsu harus bisa membuktikan, bukan sekadar menyebar dugaan.
"Lihat aslinya saja belum, kok sudah menyatakan palsu. Itu dari mana?" pungkasnya.
Rismon sendiri mengaku siap menghadapi proses hukum atas pelaporan oleh Presiden Jokowi.
Ia mengklaim bahwa analisanya terhadap keaslian ijazah Jokowi murni berdasarkan pendekatan ilmiah.
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri turut menyoroti pentingnya eksaminasi silang terhadap hasil pemeriksaan saintifik oleh kepolisian.
Ia menyebut, demi asas keadilan, terdakwa harus diberi ruang melakukan uji mandiri atas bukti-bukti yang dipermasalahkan.
"Obstruction of justice ironisnya bisa dilakukan oleh lembaga penegakan hukum sendiri. Uji ulang saintifik itu wajar dan perlu," ujarnya.
Kasus tudingan ijazah palsu terhadap Presiden Jokowi kini memasuki babak baru dengan munculnya pembelaan dari Sekdes Ketoyan yang menunjukkan dokumen sejarah keberadaan desa tersebut.
Sementara Jokowi memilih tetap tenang, publik kini menanti langkah hukum selanjutnya dalam perkara yang menyedot perhatian nasional ini.*