387 Kasus Suspek Campak di Sumut, 18 Positif: Dinkes Dorong Peningkatan Imunisasi MR
MEDAN Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 387 kasus suspek campak pada awal tahun 2026, dengan 18 kasus terkonfirm
KESEHATAN
JAKARTA -Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan klarifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta terkait dugaan insiden dirinya menggebrak meja dan membentak kader PDIP, Riezky Aprilia, dalam perdebatan soal pergantian antarwaktu (PAW) yang melibatkan Harun Masiku.
Saat diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan, Kamis (26/6/2025), Hasto membantah bahwa dirinya bersikap kasar. Ia mengaku hanya menyampaikan keputusan partai kepada Riezky agar mundur dari pencalegan Dapil Sumsel 1.
"Saya tidak menggebrak meja. Saya hanya menegaskan bahwa ini adalah keputusan partai. Ada saksi Pak Komarudin saat itu," ucap Hasto di hadapan majelis hakim.
Perdebatan dengan Riezky
Jaksa mengonfirmasi bahwa Riezky sempat menolak mundur dan meminta langsung mendengar keputusan dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Perdebatan sempat memanas, namun Hasto menyatakan tidak ada insiden membentak, apalagi membuat Riezky menangis seperti yang sempat diberitakan.
"Saya agak lupa, tapi menurut Pak Komarudin, tidak ada yang berdiri lalu berkata 'Anda bukan Tuhan', seperti yang dikatakan jaksa," jelas Hasto.
Chat 'Ok Sip' dan Pertemuan Harun Masiku
Jaksa juga menggali isi percakapan WhatsApp antara Hasto dan Saeful Bahri soal pertemuan dengan Harun Masiku.
Saeful dilaporkan mengabarkan sudah bertemu Harun dan berpindah lokasi dari Sutan Syahrir (SS). Pesan tersebut dibalas Hasto dengan "ok sip".
"Itu jawaban standar saya. Saat itu saya sedang fokus pada Rakernas partai. Saya tidak tahu isi pertemuan mereka," terang Hasto.
Ia menegaskan tidak pernah mendapatkan laporan resmi tentang tiga strategi yang diduga disusun Saeful dan Harun untuk meloloskan PAW. "Saya tidak tahu soal jalur fatwa MA, permintaan mundur Riezky, atau skema PAW. Itu bukan arahan dari saya," kata Hasto.
MEDAN Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 387 kasus suspek campak pada awal tahun 2026, dengan 18 kasus terkonfirm
KESEHATAN
JAKARTA Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, disebut tengah menyiapkan rencana mendatangkan dua pemain asal Eropa untuk dinatur
OLAHRAGA
JAKARTA Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, meminta Presiden Prabowo Subianto memanfaa
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, menilai Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kini tidak lagi
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan penjelasan terkait pemotongan pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) 2026. Menurut DJP,
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar momen berbuka puasa bersama para tokoh ulama terkemuka Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta,
NASIONAL
MEDAN Penanganan dugaan korupsi mega proyek revitalisasi kawasan Lapangan Merdeka Medan kembali menjadi sorotan. Dalam proses penyelidik
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meresmikan Jembatan Aek Sipange di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan
PEMERINTAHAN
MEDAN Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) melantik 85 dokter gigi baru melalui prosesi pengambilan sump
PENDIDIKAN