Komisi X DPR Dukung Larangan AI Instan di Sekolah, Siswa Tak Boleh Malas Mikir
JAKARTA Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan kecerdasan
PENDIDIKAN
PADANGSIDIMPUAN — Kabar yang menyebut Ketua DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel) Rahmat Nasution dan mantan Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Medan dipastikan tidak benar alias hoaks.
Kedua tokoh publik tersebut telah memberikan klarifikasi langsung kepada awak media pada Jumat (27/6/2025) dan menegaskan bahwa mereka dalam kondisi sehat serta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
Rahmat Nasution, yang juga politisi Partai Golkar, mengaku tidak terpengaruh oleh kabar tersebut.
Ia menanggapi santai isu penangkapannya dan menyebut bahwa hoaks seperti ini akan sirna seiring waktu.
"Alhamdulillah, hari ini saya masih bisa menikmati kopi buatan istri di rumah, seperti biasanya," ujarnya kepada media.
Rahmat mengatakan dirinya tidak merasa perlu memberikan bantahan berlebihan.
Ia juga menyatakan masih berada di wilayah Tapsel dan terbuka untuk bertemu siapa saja.
"Hoaks seperti ini biasanya akan menguap sendiri. Saya tetap berada di kota, dan bagi yang rindu ngopi, saya tunggu di tempat biasa," tambahnya.
Sementara itu, mantan Bupati Tapsel dua periode, Syahrul M. Pasaribu, juga membantah keras kabar keterlibatannya dalam OTT KPK.
Ia mengatakan bahwa masih aktif berkomunikasi dengan keluarga dan kolega.
"Kalau memang saya ditangkap KPK, apa mungkin saya masih bisa menjawab telepon? Sampai saat ini saya masih aktif menerima panggilan," tegasnya dari kediamannya di Kota Padangsidimpuan.
Syahrul juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh berita yang belum terverifikasi dan meminta warga untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
"Sebelum percaya, pastikan dulu kebenarannya. Jangan sampai terjebak hoaks yang bisa merugikan orang lain," pesannya.
Sebelumnya, sejumlah media online mengabarkan bahwa Rahmat Nasution dan Syahrul Pasaribu disebut ikut terjaring OTT KPK bersama seorang pimpinan PT DNG berinisial AP alias K, yang berkantor di Jalan Teratai, Kelurahan Ujungpadang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari KPK yang mengonfirmasi keterlibatan kedua tokoh tersebut.
Klarifikasi ini sekaligus menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, demi menjaga reputasi dan ketenangan masyarakat.*
JAKARTA Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan kecerdasan
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa nilai tukar rupiah berada dalam kondisi hancur. Pernyataan terseb
EKONOMI
MEDAN Anggota DPRD Sumatera Utara Hendra Cipta meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk meninjau ulang kebijakan honor bagi Tenag
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai Iran merupakan bangsa Arya yang tidak mudah ditaklukkan, meski
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia terus melaksanakan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meny
NASIONAL
JAKARTA Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq membantah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberanta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto membuka Sidang Paripurna Kabinet di Istana Merdeka, Jumat (13/3/2026), untuk memastikan mudik Lebaran 2
NASIONAL
MEDAN Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan terus menyelidiki kasus pembunuhan seorang wanita berinisial RS (19) yang jasadnya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia jauh dari yang disebut moratmarit. Pernyataan
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 27 orang, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL