Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
MEDAN - Pengamat sosial politik Sumatera Utara Wara Sinuhaji menilai sejak masih Partai Nasional Indonesia (PNI) hingga berfusi menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) hingga berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara adalah salah satu wilayah basis konstituen kaum nasionalis dan wong cilik di republik ini.
"Saat ini pun PDIP masih menjadi pilihan utama masyarakat Sumut karena faktor Ketua Umumnya Megawati. Pesona Megawati kini malah menjadi perhatian luas karena keteguhan sikap politiknya," kata Wara Sinuhaji, akademisi asal USU yang dikenal dekat dengan aktivis 98, Kamis (17/7).
Dengan bekal sejarah panjang yang dimiliki PDIP, ia meyakini partai berlambang Kepala Banteng menjadi partai yang sulit ditaklukkan oleh parat lainnya.
Oleh karenanya, Wara menyebut sosok Megawati bakal secara aklamasi terpilih kembali menjadi Ketua Umum DPP PDIP periode 2025-2030.
Dan khusus di Sumatera Utara, pemilihan Ketua DPD PDIP Sumut menjadi sangat strategis karena akan sangat menentukan bagi keberhasilan PDIP mempertahankan pemenang Pemilu 2029 mendatang.
"Saya melihat siapa yang paling pas untuk menjadi ketua DPD adalah sosok yang bisa mengikuti keteguhan politik Ibu Megawati. Yaitu yang punya loyalitas, militan dan dekat dengan kader di akar rumput termasuk masyarakat bawah," kata Wara Sinuhaji menjawab wartawan.
Ia mengingatkan bahwa salah satu jati diri atau ikon PDIP adalah partainya "Wong Cilik". Tentu hal ini tidak sekedar slogan belaka melainkan harus menjadi jalan pengabdian nyata yang bisa dirasakan oleh rakyat.
"Nah siapa sosok yang selama ini sudah menunjukkan loyalitas, militansi dan dikenal dekat dengan wong cilik, saya kita itulah yang dibutuhkan untuk memimpin DPD PDIP Sumut," tegasnya.
Ia mengaku PDIP adalah partai besar sehingga cukup banyak kader internal di Sumut yang dianggap layak dan memenuhi kriteria. Beberapa nama yang cukup mapan dan telah muncul ke permukaan seperti Rapidin Simbolon, Paul Baja Siahaan, Trimedya Panjaitan, Mangapul Purba termasuk Nikson Nababan dinilai berpeluang.
Wara Sinuhaji tidak.menampik ketika wartawan menyebut kans Nikson Nababan cukup besar dengan latar belakangnya sebagai Ketua DPC PDIP Taput, mantan Bupati Taput 2 periode dan seorang enterpreneur.
Sebagai bupati yang dinilai berhasil memimpin dengan inovasi serta mengembangkan pemerintahan bersih, berwibawa dan pro rakyat kecil, Nikson Nababan kata Wara tentu wajar menjadi prioritas pilihan DPP.
"Saat ini Nikson Nababan tidak.menjabst bupati karena sudah 2 periode. Tentu DPP melihat potensi yang ada pada dirinya dan wajar diprioritaskan menjadi ketua DPD Sumut," urainya.
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN