BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Prabowo Tegaskan Pemahamannya Tidak Kalah dari Kader PDIP: Saya Baca ‘Indonesia Menggugat’ Bung Karno

Adelia Syafitri - Kamis, 28 Agustus 2025 14:18 WIB
Prabowo Tegaskan Pemahamannya Tidak Kalah dari Kader PDIP: Saya Baca ‘Indonesia Menggugat’ Bung Karno
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam acara pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANGERANG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa dirinya memiliki pemahaman yang mendalam terhadap pemikiran para pendiri bangsa, bahkan jika dibandingkan dengan kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pernyataan ini disampaikan dalam acara pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya menyimpan dan membingkai pidato legendaris Presiden Soekarno yang berjudul Indonesia Menggugat di kediamannya di Hambalang, Bogor.

Baca Juga:

"Saya mohon maaf, saya bukan anggota PDIP, tetapi saya pernah membaca tulisan-tulisan Bung Karno. Saya rasa tidak kalah dengan kader PDIP. Jangan-jangan kader PDIP sendiri belum pernah membacanya. Saya baca Indonesia Menggugat, bahkan pidatonya saya bingkai dan pajang di rumah saya," ujar Prabowo dengan senyum, sembari menyapa Aria Bima, politisi PDIP yang hadir dalam acara tersebut.

Prabowo menjelaskan, pidato tersebut sangat kuat karena secara rinci menguraikan bagaimana kekayaan Indonesia dijarah oleh penjajah selama berabad-abad, termasuk komoditas-komoditas seperti karet, teh, kopi, dan timah.

Baca Juga:

"Dalam pidato itu, beliau menyebutkan kekayaan kita yang diambil selama ratusan tahun. Semua komoditas disebutkan, mulai dari karet, teh, kopi, timah, ada semua. Mas Aria, pernah membaca Indonesia Menggugat? Nanti saya akan uji isinya," ujarnya dengan nada berseloroh.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 sebagai fondasi dan "rancang bangun" bangsa Indonesia, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 yang disebutnya sebagai pasal-pasal kunci untuk menjaga ekonomi dan keadilan sosial.

"Saya perhatikan negara-negara yang berkembang pesat memiliki pasal-pasal pengaman serupa. Pasal 33 dan 34 di UUD kita sangat relevan dan kuat sebagai landasan," jelas Prabowo.

Presiden juga menyinggung pandangan sebagian kalangan intelektual yang menganggap pemikiran para pendiri bangsa, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Prof. Soepomo, dan Mohamad Yamin, sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang.

"Memang ada orang-orang pintar dengan gelar tinggi yang mungkin menganggap para pendiri bangsa sudah tidak relevan. Padahal mereka adalah saksi dan korban penjajahan langsung, mereka mengerti betul imperialisme. Sementara anak-anak muda sekarang mungkin belum paham," ujarnya.

Prabowo kemudian mengingatkan sejarah pahit diskriminasi kolonial yang dialami bangsa Indonesia, termasuk keberadaan papan larangan masuk yang menyamakan pribumi dengan anjing.

"Dulu kita, pribumi, dipandang lebih rendah daripada hewan. Ada papan bertuliskan 'Verboden voor honden en inlander', anjing dan pribumi dilarang masuk. Di India juga ada tulisan 'No Dogs or Indians'. Bahkan di Shanghai, China, ada larangan 'No Dogs or Chinese'," ungkapnya.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Pemerintah Akan Jamin Kehidupan Keluarga Affan Kurniawan
Sebut Tak Ada Jabatan yang Abadi, Prabowo: Kalau Saya Tidak Amanah, Saya Juga Bisa Diganti
Sindiran Pedas Prabowo ke Pejabat Korup: Tangan Diborgol, Rompi Oranye, Apa Tidak Ingat Anak Istri?
Massa Geruduk DPD Gerindra Sumut! Tuntut Zakky Shahri Dicopot dari Ketua DPRD Deli Serdang, Diduga Tak Sejalan dengan Asta Cita
Siapa Teungku Nyak Sandang? Tokoh di Balik Seulawah RI-001 yang Terima Penghargaan Tertinggi dari Presiden
Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk, PCO: Tunggu Perpres dari Presiden Prabowo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru