UMKM Kini Mudah Dapat Pinjaman Rp500 Juta dengan Cicilan Ringan, Cek Simulasi Angsuran KUR BNI 2026!
JAKARTA Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakya
EKONOMI
JAKARTA— Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak ada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sengaja mengendap di perbankan.
Ia memastikan seluruh simpanan pemerintah daerah telah digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional dan pembayaran proyek.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi usai melakukan kunjungan ke Bank Indonesia (BI) pada Rabu (23/10/2025).
Berdasarkan hasil pengecekan, total simpanan pemerintah daerah Jawa Barat kini hanya tersisa Rp2,3 triliun per 21 Oktober 2025, turun signifikan dari posisi sebelumnya Rp3,8 triliun pada akhir September 2025.
"Rp3,8 triliun ini hari ini sudah dipakai untuk bayar proyek, gaji pegawai, belanja perjalanan dinas, bayar listrik, air, hingga pegawai outsourcing," ujar Dedi, dikutip dari akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, Kamis (23/10/2025).
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa data BI tidak menunjukkan adanya simpanan Pemda Jabar sebesar Rp4,17 triliun seperti yang sebelumnya beredar.
Menurutnya, total simpanan yang tercatat di BI mencapai Rp3,8 triliun, dan seluruhnya berbentuk giro yang digunakan untuk transaksi rutin pemerintahan.
Sementara itu, sisa dana yang tercatat dalam bentuk deposito merupakan milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang pengelolaannya berada di bawah kewenangan masing-masing BLUD, bukan pemerintah provinsi secara langsung.
"Tidak ada dana APBD yang sengaja disimpan dalam deposito untuk diambil bunganya," tegas Dedi.
Ia juga menekankan bahwa pencairan anggaran dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan, baik untuk pembayaran proyek, gaji, maupun kegiatan operasional lainnya.
Hal ini, kata Dedi, menunjukkan bahwa keuangan daerah bersifat dinamis, dengan arus keluar dan masuk dana yang berlangsung terus-menerus.
"Jadi tidak mungkin ada dana yang mengendap sebesar Rp3,8 triliun seperti yang disampaikan. Setiap hari selalu ada pergerakan uang," jelasnya.
Dedi menegaskan bahwa langkah klarifikasi ini merupakan bagian dari transparansi publik, untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara terbuka dan akuntabel.
"Kami hanya ingin masyarakat tahu bahwa tidak ada dana yang ditahan-tahan. Semua digunakan untuk kepentingan publik," pungkasnya.*
(cb/M/006)
JAKARTA Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakya
EKONOMI
JAKARTA Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri setelah diduga memi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat desa dan kelurahan sebagai bagian dar
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahan
EKONOMI
JAKARTA UTARA Prajurit Komando Armada RI bersama jajaran Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III menggelar aksi bersihbersih ka
NASIONAL
LABUSEL Kodim 0209/Labuhanbatu (LB) menyelesaikan pembangunan jembatan perintis atau jembatan gantung sepanjang 34,5 meter di Dusun Aek
NASIONAL
GAZA Sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, ribuan warga Palestina di Jalur Gaza dilaporkan hilang secara misterius. Investigasi
INTERNASIONAL
JAKARTA Kehidupan Nabi Muhammad SAW tidak hanya dikenal melalui dakwah dan kepemimpinannya, tetapi juga melalui aktivitas seharihari ya
AGAMA
JAKARTA Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dr. Oloan Paniaran Nababan, melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi
PERTANIAN AGRIBISNIS
KARO Pemerintah Kabupaten Karo menggelar kegiatan sambang warga dan gotong royong dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Gerakan ASRI (
PEMERINTAHAN