Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi desa-desa nelayan di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut Presiden, pemerintah telah berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu kurang dari setahun sejak awal kepemimpinan.
Baca Juga:
Cadangan beras nasional saat ini tercatat mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
"Kita akan buktikan pertumbuhan ekonomi riil dan swasembada pangan bukan sekadar target, tetapi nyata. Program ketahanan pangan, termasuk jagung dan sumber karbohidrat lain, akan terus dijalankan," ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan hingga 2029.
Pada 2026, target awalnya adalah 1.000 desa nelayan, dilengkapi dengan fasilitas modern seperti pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, dan kendaraan penunjang.
Program ini tidak bersifat bantuan langsung, melainkan difasilitasi melalui koperasi dan skema pembayaran kembali ke bank dan pemerintah.
"Dengan pembangunan desa nelayan, kami ingin meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas ikan, dan menurunkan biaya produksi, sehingga masyarakat memperoleh protein dengan harga terjangkau," kata Presiden.
Selain fasilitas, pemerintah juga mempermudah desa nelayan untuk mengekspor hasil laut dan buminya langsung ke luar negeri, termasuk melalui pelabuhan dan bandara yang mendukung kegiatan ekonomi lokal.
Hingga saat ini, hampir 100 desa nelayan telah terbentuk, dan pemerintah terus mendorong pertumbuhan desa-desa baru untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rakyat.
Presiden Prabowo menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis desa, yang berkelanjutan dan berdampak luas terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.