Presiden Prabowo Subianto saat akan menghadiri sejumlah KTT terkait di sela KTT Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Senin (27/10/2025). (Foto: ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya di hadapan para pemimpin ekonomi Asia-Pasifik dalam pertemuan APEC yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10) waktu setempat.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi ancaman ekonomi yang tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga moral dan sosial.
Ancaman tersebut antara lain korupsi, penyelundupan, penipuan, dan ekonomi gelap lintas negara.
"Kami di Indonesia sedang berjuang melawan korupsi, penipuan, dan ekonomi serakah yang menahan pertumbuhan sejati," kata Prabowo, dikutip dari keterangan resmi pemerintah.
Presiden juga menegaskan bahwa permasalahan ini tidak bisa diatasi oleh satu negara saja. Kerja sama multilateral sangat penting untuk menghadapi praktik ilegal seperti penyelundupan, pencucian uang, perdagangan orang, dan peredaran narkotika yang dapat mengancam masa depan perekonomian global.
Selain itu, Prabowo menyoroti ketegangan global dan turunnya tingkat kepercayaan antarnegara, yang menurutnya dapat membahayakan stabilitas ekonomi regional dan internasional.
"Asia-Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit di atas rasa curiga dan ketakutan, serta membangun kembali kepercayaan di antara kita," ujarnya.
Prabowo menekankan misi APEC untuk memfasilitasi perdagangan bebas dan investasi melalui kerja sama multilateral yang menekankan rasa kebersamaan di seluruh kawasan.
Ia juga menekankan komitmen Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, dengan World Trade Organization (WTO) sebagai inti.
"Pertumbuhan yang menyingkirkan adalah pertumbuhan yang memecah belah. Perpecahan menciptakan ketidakstabilan, dan ketidakstabilan tidak akan kondusif bagi perdamaian dan kemakmuran," tambah Prabowo.
Presiden juga menegaskan pentingnya inklusivitas dan keberlanjutan sebagai pedoman pembangunan ekonomi global yang adil dan berkesinambungan.