Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memperingatkan bahwa praktik ekonomi serakah, atau yang disebut "serakahnomics", berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi sekaligus merusak prinsip keadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya di hadapan para pemimpin ekonomi Asia-Pasifik dalam pertemuan APEC yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10) waktu setempat.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi ancaman ekonomi yang tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga moral dan sosial.Baca Juga:
Ancaman tersebut antara lain korupsi, penyelundupan, penipuan, dan ekonomi gelap lintas negara.
"Kami di Indonesia sedang berjuang melawan korupsi, penipuan, dan ekonomi serakah yang menahan pertumbuhan sejati," kata Prabowo, dikutip dari keterangan resmi pemerintah.
Presiden juga menegaskan bahwa permasalahan ini tidak bisa diatasi oleh satu negara saja. Kerja sama multilateral sangat penting untuk menghadapi praktik ilegal seperti penyelundupan, pencucian uang, perdagangan orang, dan peredaran narkotika yang dapat mengancam masa depan perekonomian global.
Selain itu, Prabowo menyoroti ketegangan global dan turunnya tingkat kepercayaan antarnegara, yang menurutnya dapat membahayakan stabilitas ekonomi regional dan internasional.
"Asia-Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit di atas rasa curiga dan ketakutan, serta membangun kembali kepercayaan di antara kita," ujarnya.
Prabowo menekankan misi APEC untuk memfasilitasi perdagangan bebas dan investasi melalui kerja sama multilateral yang menekankan rasa kebersamaan di seluruh kawasan.
Ia juga menekankan komitmen Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, dengan World Trade Organization (WTO) sebagai inti.
"Pertumbuhan yang menyingkirkan adalah pertumbuhan yang memecah belah. Perpecahan menciptakan ketidakstabilan, dan ketidakstabilan tidak akan kondusif bagi perdamaian dan kemakmuran," tambah Prabowo.
Presiden juga menegaskan pentingnya inklusivitas dan keberlanjutan sebagai pedoman pembangunan ekonomi global yang adil dan berkesinambungan.
"Inklusivitas harus menjadi pedoman kita. Keberlanjutan juga harus selalu menjadi kompas bagi masa depan dunia yang aman," pungkasnya.*
(vo/M/006)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL