BREAKING NEWS
Rabu, 08 Juli 2026

GREAT Institute Desak Prabowo Perkuat Diplomasi ke Iran, Usul Hadiri Pemakaman Khamenei

Nurul - Rabu, 08 Juli 2026 08:08 WIB
GREAT Institute Desak Prabowo Perkuat Diplomasi ke Iran, Usul Hadiri Pemakaman Khamenei
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – GREAT Institute mendorong Presiden Prabowo Subianto memperkuat diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah dengan menunjukkan penghormatan kepada Iran, salah satunya melalui kehadiran pada pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, atau melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran.

Usulan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Peran Indonesia Pasca Perang Amerika Serikat–Iran" yang digelar GREAT Institute di Jakarta. Forum tersebut menghadirkan akademisi, diplomat, ekonom, peneliti, serta pakar geopolitik untuk membahas posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global pascakonflik Amerika Serikat dan Iran.

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Naninggolan, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam percaturan internasional. Menurutnya, status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, anggota G20, ASEAN, BRICS, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menjadi modal penting untuk memperkuat diplomasi luar negeri.

Baca Juga:

"Indonesia memiliki modal besar sebagai negara Muslim terbesar di dunia, anggota G20, ASEAN, BRICS, dan OKI. Potensi itu harus dimanfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor yang ikut menentukan arah perkembangan kawasan," ujar Syahganda, Rabu (8/7/2026).

Dalam diskusi tersebut, para peserta menilai persaingan global saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer. Rivalitas antarnegara juga berlangsung melalui diplomasi, perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, penguasaan teknologi, hingga perebutan pengaruh di kawasan strategis.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu merumuskan kembali kepentingan nasional sebagai dasar dalam menyusun kebijakan luar negeri yang lebih terarah dan tidak sekadar bersifat reaktif terhadap dinamika internasional.

Forum juga menyoroti pengalaman Iran yang mampu bertahan menghadapi berbagai sanksi dan embargo internasional selama bertahun-tahun. Menurut para peserta, ketahanan tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat kemandirian di sektor ekonomi, energi, teknologi, industri pertahanan, serta memperkokoh kohesi sosial masyarakat.

Atas dasar itu, GREAT Institute mendorong pemerintah memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, pangan, energi, fiskal, maritim, hingga penguasaan teknologi agar politik luar negeri bebas aktif Indonesia semakin berwibawa.

Selain memperkuat hubungan antarpemerintah, forum tersebut juga menilai diplomasi antarmasyarakat (people-to-people diplomacy) perlu terus ditingkatkan untuk memperluas jejaring internasional serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Dalam rekomendasinya, GREAT Institute menyampaikan tiga poin utama kepada pemerintah. Pertama, Presiden Prabowo Subianto diharapkan menunjukkan penghormatan diplomatik kepada Iran melalui kehadiran pada momentum penting, termasuk pemakaman Ayatollah Ali Khamenei atau kunjungan resmi ke Teheran.

Kedua, hubungan Indonesia dan Iran dinilai perlu terus diperkuat dengan menghidupkan kembali semangat solidaritas yang telah terbangun sejak Konferensi Asia Afrika. Ketiga, Indonesia didorong menjalin kerja sama strategis dengan Iran dan Turki sebagai bagian dari upaya membangun poros kerja sama baru di dunia Islam.

FGD tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, di antaranya Nasir Tamara, Dian Wirengjurit, Teguh Santosa, Anton Permana, Dina Sulaeman, Bursah Zarnubi, Fitra Faisal, Rizal Darma Putra, Zaman Syah, Abdullah Rasyid, serta peserta lainnya dari kalangan akademisi dan pemerhati geopolitik.* (oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siapkan 3 Strategi Cegah Nelayan Masuk Perairan Malaysia
Disorot Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Kirim Menlu dan Ketua MPR ke Pemakaman Khamenei
Erdogan Panas! Tuduh Israel ‘Kecanduan Perang’ di Tengah Negosiasi AS–Iran
139 Personel Polresta Banda Aceh Naik Pangkat, Kapolresta Tekankan Integritas dan Pelayanan
Hakim Rekomendasikan Dugaan Aliran Dana Rp4,8 Triliun Nadiem Diusut dengan TPPU, Kejagung Buka Suara
Heboh Isu 2 Desa Masuk Malaysia, Mendagri Tito Karnavian Buka Fakta Sebenarnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru