BREAKING NEWS
Minggu, 05 Juli 2026

Erdogan Panas! Tuduh Israel ‘Kecanduan Perang’ di Tengah Negosiasi AS–Iran

Johan - Minggu, 05 Juli 2026 12:44 WIB
Erdogan Panas! Tuduh Israel ‘Kecanduan Perang’ di Tengah Negosiasi AS–Iran
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Israel berupaya mengganggu proses perdamaian di Timur Tengah, termasuk kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. (Foto: REUTERS/Cagla Gurdogan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ANKARA Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Israel berupaya mengganggu proses perdamaian di Timur Tengah, termasuk kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia bahkan menyebut Israel sebagai pihak yang "kecanduan perang" dan harus dicegah agar tidak kembali memicu konflik regional.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat berbicara bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Istanbul, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (4/7/2026). Ia menegaskan bahwa perdamaian jangka panjang di kawasan tidak dapat tercapai tanpa keterlibatan dan dukungan negara-negara regional.

"Kami memantau dengan saksama upaya pemerintahan Israel untuk menghancurkan kesepakatan (AS–Iran). Pemerintah Israel yang kecanduan perang saat ini tidak boleh dibiarkan menenggelamkan wilayah kami dalam bau mesiu dan darah lagi," ujar Erdogan.

Baca Juga:

Erdogan juga menilai Israel berulang kali mencoba merusak nota kesepahaman yang dimediasi sejumlah pihak, termasuk Qatar dan Pakistan, yang mencakup rencana gencatan senjata, pembukaan Selat Hormuz, hingga pembahasan program nuklir Iran.

Di sisi lain, delegasi AS dan Iran diketahui masih melakukan pembicaraan tidak langsung untuk meredakan ketegangan setelah sejumlah insiden militer terjadi belakangan ini. Namun, proses tersebut disebut masih rapuh akibat adanya aksi saling serang dan perbedaan tafsir kesepakatan.

Sementara itu, laporan media internasional menyebutkan adanya kekhawatiran dari pejabat Amerika Serikat terkait kemungkinan Israel menargetkan sejumlah tokoh penting Iran yang terlibat dalam proses negosiasi damai. Meski demikian, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Israel.

Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah Iran dan AS kembali melancarkan serangan balasan di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung.* (k/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
139 Personel Polresta Banda Aceh Naik Pangkat, Kapolresta Tekankan Integritas dan Pelayanan
Hakim Rekomendasikan Dugaan Aliran Dana Rp4,8 Triliun Nadiem Diusut dengan TPPU, Kejagung Buka Suara
Heboh Isu 2 Desa Masuk Malaysia, Mendagri Tito Karnavian Buka Fakta Sebenarnya
Trump Tuduh Teheran Langgar Gencatan Senjata: Republik Islam Iran Tidak Akan Ada Lagi!
AS Balas Serangan Iran di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam Runtuh
Bahlil Ungkap Rahasia RI Tetap Aman Saat Perang AS-Iran, Diversifikasi Minyak Jadi Kunci
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru