Baru Kenal Lewat Instagram, Pria Ini Bawa Kabur Motor Mahasiswi di Banda Aceh
BANDA ACEH Seorang pria berinisial MM, 20 tahun, diamankan polisi setelah diduga membawa kabur sepeda motor milik seorang mahasiswi di B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Klaim potensi kerugian negara dari praktik under invoicing ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang disebut mencapai Rp500–600 triliun menuai sorotan dari kalangan akademisi.
Guru Besar Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof Sudarsono Soedomo, meminta pemerintah melakukan kajian ulang terhadap metodologi perhitungan angka tersebut. Ia menilai, besaran kerugian yang diklaim tidak bisa langsung dijadikan dasar kebijakan tanpa verifikasi ilmiah yang independen.
"Angka sebesar itu tidak boleh hanya menjadi asumsi kebijakan. Metodologinya harus transparan, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," ujar Sudarsono, Minggu (5/7/2026).Baca Juga:
Sebelumnya, pemerintah menyebut potensi kehilangan penerimaan negara dari praktik under invoicing ekspor sawit bisa mencapai Rp600 triliun per tahun. Presiden Prabowo Subianto kemudian mendorong pembenahan tata kelola ekspor komoditas strategis melalui sistem satu pintu dengan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Namun, Sudarsono menegaskan metode perhitungan yang digunakan tidak boleh dilakukan secara sepihak. Ia menyarankan penggunaan pendekatan mirror statistics sesuai standar World Customs Organization (WCO) sebagai metode pembanding data ekspor dan impor antar negara.
Menurutnya, selisih data ekspor dan impor tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai kerugian negara, melainkan hanya indikasi awal yang masih harus diuji lebih lanjut.
"Selisih nilai tersebut belum bisa langsung dianggap sebagai kerugian negara. Harus dihitung berdasarkan pajak atau bea keluar yang berlaku, bukan total nilai barang," jelasnya.
Ia juga menyoroti besarnya angka klaim yang dinilai tidak sejalan dengan total nilai ekspor sawit Indonesia yang berada di kisaran Rp590 triliun. Jika klaim kerugian mencapai Rp500–600 triliun, menurutnya secara statistik hampir seluruh transaksi ekspor dianggap bermasalah.
Selain aspek metodologi, Sudarsono juga mengingatkan dampak kebijakan terhadap petani sawit rakyat yang mencapai jutaan jiwa. Ia menilai perubahan sistem ekspor harus mempertimbangkan stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.
"Penurunan harga CPO akan langsung berdampak pada petani. Ini bisa memicu dampak sosial-ekonomi yang besar," ujarnya.
Ia menegaskan, praktik dugaan under invoicing baru bisa dibuktikan secara hukum jika terdapat data lintas negara, bukti aliran dana, serta dokumen transaksi ganda yang valid.* (k/dh)
BANDA ACEH Seorang pria berinisial MM, 20 tahun, diamankan polisi setelah diduga membawa kabur sepeda motor milik seorang mahasiswi di B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Rupiah naik 0,19 persen atau 34 poin ke level Rp17.689
EKONOMI
MEDAN Danau Lau Kawar menjadi salah satu destinasi wisata alam yang dikenal masyarakat Sumatera Utara. Danau ini berada di kaki Gunung S
PARIWISATA
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan terhadap tetangga yang menyeret anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, dihentikan oleh Pol
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah pada awal perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Hingga pukul 09.05 WIB, IHSG turun 68
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 26
EKONOMI
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional pada Rabu, 26 Agustus 2026, cenderung mengalami penurunan. Penurunan paling ter
EKONOMI
DELI SERDANG Seorang remaja lakilaki berusia 17 tahun berinisial MAH diamankan polisi setelah diduga menyekap dan mengancam ibu kandung
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Teknologi baterai siliconcarbon atau silikonkarbon (Si/C) mulai banyak digunakan pada ponsel flagship terbaru. Teknologi ini m
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah melakukan kegiatan di Bali. Dalam kun
NASIONAL