Projo Siap Ubah Logo, Tak Lagi Gunakan Siluet Jokowi: Fokus Dukung Agenda Politik Prabowo
- Sabtu, 01 November 2025 20:37 WIB
Ketua DPP Projo Budi Arie Setiadi (kanan) menyerahkan bendera relawan Projo kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) pada acara deklarasi dukungan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (14/10/2023). (foto: Antara/BBC)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Ketua Umum ProjoBudi Arie Setiadi menyatakan bahwa organisasi relawan tersebut akan mengubah logo agar tidak lagi menggunakan siluet wajah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi organisasi dalam mendukung agenda politik Presiden Prabowo Subianto.
"Yang pasti begini, satu, kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo. Yang kedua, dalam rangka itu, Projo akan melakukan transformasi organisasi, salah satunya kemungkinan mengubah logo Projo," kata Budi Arie saat ditemui usai pembukaan Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Ia menegaskan, keputusan final terkait perubahan logo akan ditentukan dalam forum kongres yang berlangsung hingga Minggu (2/11).
"Nanti akan kita putuskan di kongres ketiga ini. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu," ujarnya.
Meski akan mengganti logo, Budi memastikan Projo tidak akan berganti nama.
Ia juga menegaskan bahwa istilah "Projo" bukan singkatan dari "pro Jokowi", seperti yang selama ini diasosiasikan publik.
"Memang enggak ada (singkatan). Teman-teman media saja yang menyebut Projo itu pro Jokowi karena gampang dilafalkan," ujarnya.
Menurut Budi, kata Projo memiliki makna filosofis yang dalam, yakni berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi.
"Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi Arie mengungkapkan bahwa Jokowi telah menyetujui rencana perubahan logo dan transformasi organisasi tersebut.
"Pak Jokowi sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo karena tugas Projo sudah mengawal pemerintahan beliau dua periode. Sekarang kita menghadapi tantangan baru, baik geopolitik maupun tantangan global. Persatuan nasional menjadi hal yang sangat penting," tuturnya.
Dalam pidatonya saat membuka kongres, Budi menyerukan kepada para relawan Projo untuk memperkuat partai politik yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, guna mendukung seluruh agenda politik pemerintahan baru.
"Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinannya lebih kuat, lebih solid. Karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden," ujar Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Budi Arie juga mengisyaratkan kemungkinan dirinya akan bergabung ke partai politik.
Ia meminta para relawan Projo memahami langkah tersebut apabila terjadi di kemudian hari.
"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," katanya.
Saat ditanya lebih lanjut usai acara, Budi secara terbuka menyebut partai yang dimaksud adalah Gerindra.
"Iyalah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu dinamika di kongres ketiga ini," ungkapnya.
Kongres III Projo ini menjadi momentum penting bagi organisasi relawan yang dulu dikenal sebagai pendukung utama Jokowi untuk menegaskan arah politik barunya di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto.*