Gebyar Pendidikan Medan 2026, Rico Waas Yakin Anak Medan Lahir sebagai Generasi Juara
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menghadiri Gebyar Pendidikan dan Kebuday
PENDIDIKAN
JAKARTA — Pakar telematika sekaligus mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengaku tidak khawatir jika dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penyebaran informasi palsu terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Polda Metro Jaya diketahui tengah mempersiapkan gelar perkara kasus tersebut untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, gelar perkara akan dilakukan dalam waktu dekat oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum bersama jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.Baca Juga:
"Dalam waktu dekat akan dilaksanakan ekspose atau gelar perkara antara penyidik Subdit Kamneg dengan rekan-rekan dari jaksa penuntut umum di Kejati DKI," ujar Ade Ary, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).
Menurut Ade Ary, penyidikan dilakukan secara hati-hati dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan melibatkan sejumlah saksi dan ahli untuk mengumpulkan fakta-fakta dan barang bukti.
"Sampai dengan hari ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap empat pelapor, 117 saksi, serta 25 ahli. Sebanyak 19 ahli telah diperiksa, dan enam ahli lainnya masih dalam proses," jelasnya.
Menanggapi rencana gelar perkara itu, Roy Suryo menegaskan dirinya sama sekali tidak takut apabila ditetapkan sebagai tersangka.
"Sama sekali tidak ya. Kalau memang mau tetapkan, dari dulu silakan tetapkan. Polda ayo gitu loh," kata Roy Suryo kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).
Ia menilai, penyidik Polda Metro Jaya belum memiliki keyakinan penuh terhadap dugaan ijazah palsu yang dilaporkan Presiden Jokowi.
"Polda ini pasti ada sesuatu yang mereka sangat tidak yakin. Karena memang tidak yakin. Ijazahnya enggak pernah ada. Ijazahnya akan bohong saja," ujar Roy.
Roy juga mempertanyakan keberadaan ijazah asli Jokowi yang disebut-sebut pernah disita polisi, tetapi kemudian diperlihatkan kepada para relawan.
"Ini ijazah yang benar di mana? Disita atau di tangan Jokowi? Atau memang enggak pernah ada?" ucapnya.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menghadiri Gebyar Pendidikan dan Kebuday
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar kegiatan donor darah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026. Kegiatan bakti kesehatan
KESEHATAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah Bank Indonesia (BI) memutusk
EKONOMI
JAKARTA Kebijakan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah menuai penolakan dari Gabungan Peng
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menaruh perhatian serius terhadap anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjad
NASIONAL
JAKARTA Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) menyatakan penolakan terhadap kebijakan penghentian sementara Program Makan
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan masih terdapat puluhan sekolah di Sumatera yang terpaksa menumpang
NASIONAL
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat meski dibayangi ketidakpastian
EKONOMI
JAKARTA Polemik penahanan kapal Capricon yang mengangkut 15 kontainer ilmenit milik PT Putra Prima Mineral Mandiri (PT PMM) memasuki bab
NASIONAL
BANDA ACEH Upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga perdamaian terus dilakukan di Aceh. Hal itu ditandai dengan peluncuran Rumah P
NASIONAL