Usai Diultimatum KPK, Bupati Kuansing dan Sekda Akhirnya Menyerahkan Diri
JAKARTA Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, menyerahkan diri ke Kom
NASIONAL
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait kritik yang menyebutkan langkahnya membeli banyak alutsista (alat utama sistem senjata) sebagai tindakan yang tidak perlu.
Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025), Prabowo menanggapi sindiran tersebut dengan menekankan pentingnya alutsista untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
"Memang ada bagian dari rakyat kita, terutama dari elit kita yang merasa sangat pintar, selalu nyinyir, dan suka menimbulkan ejekan terhadap pemerintahnya sendiri. Mereka bertanya, untuk apa Prabowo beli alutsista banyak-banyak?" ujar Prabowo dengan nada tegas.Baca Juga:
Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa alutsista tidak hanya digunakan untuk tujuan militer, tetapi juga sebagai alat penting dalam penanggulangan bencana.
Ia merujuk pada posisi geografis Indonesia yang terletak di kawasan yang dikenal sebagai "Lingkaran Api" atau Ring of Fire, yang rentan terhadap berbagai bencana alam, termasuk gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Menurut Prabowo, pembelian alutsista seperti helikopter tidak hanya untuk kepentingan pertahanan negara, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi bencana alam.
Dalam contoh terbaru, ketika banjir melanda Sumatera Barat pada awal Desember 2025, pemerintah telah mengerahkan 50 helikopter untuk mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak.
"Saat bencana, kita tidak bisa hanya berharap pada bantuan dari luar. Kita harus memiliki alat-alat yang siap pakai kapan saja dibutuhkan. Alutsista ini adalah investasi untuk masa depan," tambah Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, ia mengungkapkan rencana untuk membeli 200 helikopter baru pada Januari 2026.
Ini akan melengkapi armada helikopter militer yang sudah ada, seperti C130J dan Airbus A400 yang sebelumnya sudah hadir di Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa seorang pemimpin harus berpikir jauh ke depan, merencanakan segala kemungkinan yang bisa terjadi, baik itu bencana alam atau ancaman lainnya.
Pembelian alutsista yang kini dipandang sebagian kalangan sebagai kontroversial, menurut Prabowo, adalah langkah proaktif untuk memastikan negara siap menghadapi masa depan.
"Pemimpin harus berpikir untuk jangka panjang. Kita tidak bisa hanya melihat keadaan sekarang, tetapi harus siap menghadapi segala kemungkinan yang ada di depan," pungkasnya.*
(k/dh)
JAKARTA Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, menyerahkan diri ke Kom
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mengklaim stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian tersebut dinilai s
EKONOMI
BENER MERIAH Sebanyak 48 personel Polres Bener Meriah menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Korp Raport Kenaika
NASIONAL
BANDA ACEH Sebanyak 139 personel Polresta Banda Aceh menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara Laporan Kenaikan Pan
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan keterkaitan aset milik Ketua Umum Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya menyiapkan saksi ahli untuk menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakart
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak sekitar 250 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk mulai membangun
EKONOMI
LUBUK PAKAM Warga Dusun I, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, mengaku belum menerima tanggapan dari P
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara ke80 sebagai Inspektur Upacara (Irup) yang a
NASIONAL
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat memerintahkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Rise
HUKUM DAN KRIMINAL