Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan mantan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck. (foto: Musa Rajekshah/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Ia menegaskan keputusan itu sepenuhnya merupakan hak Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan percaya adanya rencana besar untuk kemajuan partai di Sumut.
"Saya serahkan semuanya ke DPP. Pasti Ketua Umum punya rencana untuk menata DPD tingkat satu sampai DPD dua ke depan," ujar Ijeck saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Ijeck mengaku belum menerima surat resmi pencopotan dirinya. Ia baru mengetahui kabar tersebut saat berada di Sumut beberapa hari lalu.
Meski demikian, Ijeck menekankan bahwa hal ini merupakan dinamika biasa dalam organisasi politik.
Selama memimpin GolkarSumut, Ijeck mencatat prestasi signifikan.
Di bawah kepemimpinannya, GolkarSumut meraih suara tertinggi pada Pemilu 2024, berhasil menduduki kursi Ketua DPRD Sumut, dan meningkatkan perolehan suara di tingkat DPR RI serta DPRD Kabupaten/Kota.
"Memang ada perbedaan pandangan dalam organisasi. Tapi saya merespons positif saja. Target Pilkada pun di Sumut kita naik signifikan hingga 60 persen," tambahnya.
Ijeck juga memahami adanya kekecewaan di kalangan kader dan anggota partai. Namun, menurutnya, hal itu manusiawi dan bagian dari dinamika organisasi.
Penunjukan ini tertuang dalam SK Nomor: Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 yang ditetapkan pada 14 Desember 2025 dan ditandatangani Ketua Umum Bahlil Lahadalia serta Sekjen DPP Golkar Muhammad Sarmuji.
Ahmad Doli Kurnia Tanjung saat ini juga menjabat Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Golkar dan Ketua Komisi II DPR RI.