MEDAN — Robi Barus, kader militan yang telah setia berjuang di PDI Perjuangan (PDIP), kini tengah menghadapi ujian besar dalam karier politiknya.
Sebagai salah satu pengagum sejati Bung Karno dan produk pengkaderan partai yang membesarkannya, Robi Barus dikenal luas sebagai sosok yang tidak kenal lelah memperjuangkan suara rakyat.
Namun, ia kini terancam "terbuang" akibat dugaan rekayasa yang melibatkan sejumlah pihak dalam tubuh partai.
Robi, yang pernah menjadi Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Kesawan Medan Barat, berkarier dalam PDIP sejak awal reformasi.
Dengan semangat marhaenis yang mengakar, ia dipercaya menempati berbagai posisi penting di PDIP, mulai dari Ketua Ranting hingga Sekretaris DPC Kota Medan.
Ia bahkan berhasil meraih kursi DPRD Medan pada Pemilu 2014, 2019, dan diharapkan melanjutkan ke periode 2024-2029.
Karier politikRobi Barus seakan mencerminkan dedikasinya terhadap ideologi yang dibawa oleh PDIP—memperjuangkan wong cilik dan menegakkan nilai-nilai Bung Karno.
Namun, saat PDIP memenangkan Pemilu Legislatif 2024, dan Robi Barus dinilai sebagai kandidat kuat untuk menduduki posisi Ketua DPRD Medan, isu "bermain dua kaki" yang dituduhkan kepadanya mulai mencuat.
Tuduhan ini berkaitan dengan dugaan bahwa ia memberikan dukungan ganda di Pilgubsu 2025.
Meski Robi telah membantah dan menunjukkan bukti-bukti bahwa ia tetap tegak lurus pada keputusan partai, manipulasi informasi dan rekayasa oleh kelompok tertentu dalam partai semakin menguat.