Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa surat undangan rapat telah diperiksa oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), namun belum ada kepastian mengenai kehadiran Presiden Prabowo.
"Surat undangannya sudah diterima, sudah dicek Pak Mensesneg, tapi belum diputuskan," kata Nabyl di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Kemlu juga belum bisa memastikan apakah Presiden Prabowo dapat diwakili oleh delegasi lain, karena biasanya tuan rumah rapat memiliki preferensi sendiri terkait kehadiran kepala negara.
Ia menambahkan bahwa apabila Presiden Prabowo hadir, kegiatan ini bisa sekaligus menjadi momen penandatanganan tarif dagang antara AS dan Indonesia, meskipun jadwal resmi pelaksanaannya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
"Kalaupun hadir, kita berharap kegiatan ini sekaligus penandatanganan tarif dagang AS-Indonesia. Kita sih menghendaki dan ingin bisa dua-duanya," ujar Prasetyo.
Hingga saat ini, pemerintah masih mempertimbangkan jadwal dan mekanisme kehadiran Presiden Prabowo dalam forum internasional tersebut.*
(d/dh)
Editor
: Adam
Kemlu: Presiden Prabowo Masih Pertimbangkan Kehadiran di Rapat Perdana Board of Peace AS