BREAKING NEWS
Kamis, 19 Februari 2026

Peringkat IPK Turun, Pemerintah Tegaskan Upaya Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Lelah

Nurul - Kamis, 19 Februari 2026 09:19 WIB
Peringkat IPK Turun, Pemerintah Tegaskan Upaya Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Lelah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Foto: Dok. Humas Kemenpan-RB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengaku prihatin atas penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Prasetyo menilai praktik korupsi di Indonesia bersifat sistemik dan menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

"Ya sekali lagi, kita prihatin, dan itu memang pekerjaan rumah kita bersama-sama. Ini kan sudah sistemik ya masalah gitu kan, korupsi ini," ujarnya.

Baca Juga:

Meski demikian, Prasetyo menekankan pemerintah tidak boleh lelah dalam upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi.

"Enggak boleh capek untuk bagaimana kita mengurangi semaksimal mungkin segala tindak pidana korupsi," tambahnya.

Berdasarkan rilis Transparency International pada 10 Februari 2026, skor IPK Indonesia berada di angka 34, turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 37.

Penurunan ini membuat peringkat Indonesia merosot dari posisi 99 menjadi 109 dari 180 negara.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menekankan bahwa IPK bukan sekadar angka.

"Kami memaknai CPI bukan sekadar angka, namun harus dipandang sebagai panggilan introspeksi dan akselerasi pemberantasan korupsi ke depan secara kolektif," kata dia, Kamis (12/2/2026).

Penurunan IPK menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi masih memerlukan kerja keras, koordinasi, dan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.*

(dw/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hari Down Syndrome Sumut 2026: Kahiyang Ayu Ajak Masyarakat Tingkatkan Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus
Business Summit Washington DC: Prabowo Tawarkan Peluang Investasi di Indonesia
Prabowo Subianto Hadiri Board of Peace dan Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan Trump
Gubernur Koster Ajak Stakeholder Bersatu Membangun Pariwisata Bali di Pelantikan DPW NCPI
Banjir Bandang Susulan Terjang Sumut, TNI Perkuat Tanggul dan Buka Akses Terputus
KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi untuk Menag Nasaruddin Umar dari Ketum Partai Hanura
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru