Dalam sambutannya, Bahlil sempat menyelipkan humor yang disambut tawa para hadirin.
"Insya Allah kalau orang yang selalu diberikan berkah, secercah harapan Lailatul Qadar sudah mulai turun. Tapi kalau bagi PartaiGolkar, Lailatul Qadar itu kalau kursi tambah," ujar Bahlil.
Selain berkelakar, Bahlil juga menekankan bahwa peringatan Nuzulul Quran yang digelar setiap Ramadan oleh kader Golkar bukan sekadar mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi sarana refleksi bagi kader untuk memperkuat kedekatan dengan Al-Quran.
Ia mengajak kader Golkar tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
"Kedekatan ini tidak sekadar membaca, tapi meresapi, merenungi, sekaligus mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari sehingga hati kita menjadi tenteram dan tercerahkan," kata Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengingatkan kader Golkar yang menjabat di lembaga eksekutif maupun legislatif agar menjalankan kekuasaan secara amanah.
Menurutnya, kekuasaan bukan sekadar jabatan yang diraih melalui politik, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
"Kekuasaan itu harus menjadi rahmatan lil 'alamin. Bukan sekadar kekuasaan yang kita rebut, tetapi kekuasaan yang membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.