Jokowi Apresiasi Pemerintah Tahan Harga BBM di Tengah Kenaikan Minyak Dunia
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo menilai keputusan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan
EKONOMI
JAKARTA – Pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang menyebut industri Event Organizer (EO) sebagai "sarang korupsi" menuai pro dan kontra di berbagai kalangan.
Dalam sebuah program televisi, Said Didu menegaskan bahwa jika pemerintah benar-benar ingin menghemat anggaran, mereka harus menghilangkan acara yang melibatkan EO, yang menurutnya menyumbang anggaran seremonial hingga Rp30 triliun per tahun di seluruh Indonesia.
"Kickback yang tempat korupsi paling aman, kickback paling besar adalah EO. Itu harus dicabut," ujar Said Didu dalam acara yang dipandu oleh Aiman Witjaksono, pada Sabtu pagi (4/4/2026).Baca Juga:
Tanggapan Fraksi Gerindra: Logika Sesat dan Berbahaya
Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari banyak pihak, salah satunya Kawendra Lukistian, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra.
Kawendra yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menyebut pernyataan Said Didu sebagai logika yang sesat dan berbahaya.
Menurut Kawendra, industri EO justru merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
"Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya," kata Kawendra melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (3/4/2026).
Kontribusi Besar EO untuk Ekonomi Nasional
Kawendra juga menyoroti fakta bahwa industri EO telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian, dengan nilai Rp128 triliun terhadap PDB nasional. Industri ini juga melibatkan lebih dari 12.800 pelaku UMKM dan lebih dari 270.000 pekerja profesional di sektor event.
Tak hanya itu, sektor ini juga memberikan kehidupan bagi jutaan freelancer yang bergantung pada sektor ekonomi kreatif ini.
"Industri EO bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif yang nyata. Logika sesat seperti yang disampaikan oleh Said Didu ini bisa merusak citra sektor ekonomi kreatif di Indonesia," lanjut Kawendra.
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo menilai keputusan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan
EKONOMI
JAKARTA Panglima TNI Agus Subiyanto menginstruksikan prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon untuk menghentikan selu
NASIONAL
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kemunculan fenomena iklim ekstrem yang disebut Godzilla El Nino mulai Apri
NASIONAL
TEHERAN Pemerintah Iran mendesak negaranegara Arab untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari pangkalan militer di kawasan Timur Tenga
INTERNASIONAL
MEDAN Situasi keamanan di kawasan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, kian memburuk. Aksi tawuran antar kelompok yang terjadi hampir se
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rusia dan Belarus menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang pembangunan infrastruktur antariksa d
INTERNASIONAL
JAKARTA Penyakit campak tidak hanya menyerang anakanak. Kalangan dewasa, terutama di lingkungan urban, juga memiliki risiko terpapar pe
KESEHATAN
JAKARTA Sejumlah negara mulai berhasil melintasi Selat Hormuz meski ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran belum mereda.Jal
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman kerja sama di sektor industri jasa instalasi lepas pantai
EKONOMI
JAKARTA PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi
EKONOMI