BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Di Tengah Krisis Energi Global, Pertamina Tancap Gas Kembangkan EBT

- Sabtu, 04 April 2026 12:25 WIB
Di Tengah Krisis Energi Global, Pertamina Tancap Gas Kembangkan EBT
Pertamina Dorong Energi Terbarukan. (Foto: Dok. Pertamina)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan dan harga energi global.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pengembangan energi bersih menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung target pemerintah dalam transisi energi.

"Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fosil. Karena itu, penguatan bauran energi melalui energi terbarukan menjadi penting," kata Baron dalam keterangannya, Sabtu, 4 April 2026.

Baca Juga:

Hingga akhir 2025, Pertamina mencatat produksi energi bersih mencapai 8.743 gigawatt hour (GWh) dari berbagai sumber rendah karbon. Sumber energi tersebut antara lain panas bumi, tenaga surya, serta gas to power yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kapasitas pembangkit yang dikelola mencakup panas bumi sebesar 772,5 megawatt (MW), pembangkit gas hingga 1.760 MW, serta tenaga surya dan biogas dengan kapasitas lebih kecil.

Selain pengembangan di sektor industri, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga kini, sebanyak 252 desa telah mengadopsi berbagai sumber energi bersih seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk ketahanan energi desa, tetapi juga untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui pengembangan energi rendah karbon.

Langkah ini dinilai penting dalam menghadapi gejolak energi global sekaligus mendorong kemandirian energi nasional yang berkelanjutan.*

(mt/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh Konsolidasi Mutu dan Sosialisasi SPMB, Implementasi 8 SNP Jadi Prioritas
Investasi Rp 173 Triliun RI-Korsel, Targetkan Penciptaan Lapangan Kerja dan Daya Saing Ekonomi
Gempa Sulut 7,6 SR, Dody Hanggodo Ungkap Titik Terdampak dan Solusi Darurat
Presiden Prabowo Anggap Korea Selatan Sahabat Dekat Indonesia
Jaksa Agung Instruksikan Pengawasan 38 PSN di Papua Senilai Rp 3,7 Triliun
Sinergi Polri dan Universitas Syiah Kuala, Pusat Riset Ilmu Kepolisian Dilaunching
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru