Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Potongan video pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyebut, "Kalau tanam padi tidak menguntungkan, ya tanam sawit," ramai beredar di media sosial dan memicu beragam tanggapan.
Sebagian warganet menilai pernyataan tersebut sebagai ajakan kepada petani untuk meninggalkan budidaya padi.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, menilai potongan video yang beredar tidak menampilkan konteks secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Menurut Slamet, pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat memberikan pidato dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sulawesi Selatan pada Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, dalam pidatonya, Zulhas tidak mengajak petani mengubah lahan sawah menjadi perkebunan sawit.
Pernyataan itu, kata dia, merupakan kritik terhadap cara pandang ekonomi pasar bebas yang pernah diterapkan setelah era reformasi.
"Pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai ajakan meninggalkan budidaya padi atau mengurangi komitmen terhadap swasembada pangan. Bahkan, hal tersebut menerangkan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat produksi pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga ketahanan pangan," ujar Slamet dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Slamet mengatakan, contoh sawit yang disampaikan Zulhas digunakan untuk menggambarkan pola pikir lama, yaitu ketika kebutuhan beras dianggap bisa dipenuhi melalui impor dengan memanfaatkan keuntungan dari komoditas lain.
"Menurutnya, mekanisme pasar bebas membuat pemerintah dulu kerap berpikir bahwa yang terpenting adalah memiliki uang. Jika tidak punya beras, ya tinggal dibeli dari hasil keuntungan komoditas lain seperti sawit," paparnya.
Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan ajakan kepada petani untuk mengalihkan fungsi lahan pertanian.
"Zulhas tidak sedang menyuruh petani untuk berbondong-bondong membabat sawah atau mengganti lahan padi dengan sawit. Ia memakai contoh tersebut untuk menjelaskan alasan mengapa Indonesia sempat mengalami ketergantungan tinggi pada impor beras," imbuhnya.
Slamet menilai, dalam pidatonya Zulhas justru menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari kedaulatan nasional.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.