Kasus Tata Kelola MBG Memanas, Pengamat Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
MEDAN Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran, Ratama Saragih, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menindaklanjuti aduan yang disam
NASIONAL
JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota Polri.
Ia menyebut, meski regulasi baru telah disetujui DPR untuk disahkan menjadi undang-undang, pelaksanaannya di lapangan tetap membutuhkan aparatur yang profesional dan memiliki paradigma kerja yang sesuai dengan semangat reformasi hukum.
"Ini harus didukung oleh anggota Polri yang memiliki paradigma baru, sejalan dengan semangat KUHP dan KUHAP baru yang menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan substantif, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hak-hak warga negara," kata Abdullah di Jakarta, Kamis (11/6/2026).Baca Juga:
Abdullah menjelaskan, perubahan dalam UU Polri tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari penguatan profesionalisme institusi, peningkatan mekanisme pengawasan eksternal, netralitas, pelayanan publik, hingga penguatan peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Menurutnya, pembaruan regulasi tersebut harus diikuti dengan perubahan pola pikir dan budaya kerja anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan.
"Polri tidak hanya dituntut mampu menegakkan hukum secara efektif, tetapi juga semakin terbuka terhadap mekanisme pengawasan dan akuntabilitas dalam negara hukum yang demokratis," ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan publik serta partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam memperkuat kepercayaan terhadap institusi kepolisian.
Selain itu, penguatan kewenangan Kompolnas juga dinilai penting untuk memastikan transparansi dalam proses penegakan hukum dan pengawasan kinerja kepolisian.
Abdullah optimistis, UU Polri yang baru akan memperkuat transformasi institusi kepolisian menuju arah yang lebih modern, profesional, dan dekat dengan masyarakat.*
(an/dh)
MEDAN Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran, Ratama Saragih, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menindaklanjuti aduan yang disam
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan sejumlah program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan layan
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026)
NASIONAL
JAKARTA Wacana gerakan Reformasi Jilid II kian ramai dibicarakan di ruang publik dan media sosial. Di tengah menguatnya isu tersebut,
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap adanya pembengkakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk tahu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp6,27 triliun untuk tahun anggaran 2027. Dana itu dir
PEMERINTAHAN
JAKARTA Konsep anggaran pertahanan di Indonesia dinilai perlu berubah dari sekadar biaya keamanan menjadi motor penggerak ekonomi nasion
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai potensi krisis ekonomi yang bis
EKONOMI