Bahlil Ungkap Rahasia RI Tetap Aman Saat Perang AS-Iran, Diversifikasi Minyak Jadi Kunci
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap strategi pemerintah menjaga ketahanan energi nasional
NASIONAL
JAKARTA – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) disebut telah menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat terkait kasus dugaan fitnah ijazah palsu yang menyeret nama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Pesan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Jenderal DPP Projo, Freddy Alex Damanik.
Freddy mengatakan, arahan itu diberikan Jokowi agar masyarakat tetap menjaga situasi tetap kondusif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan hingga nantinya pengadilan menjatuhkan putusan.
"Kami baru saja mendapatkan arahan itu dari Pak Jokowi untuk disampaikan kepada masyarakat, termasuk para pendukung beliau," kata Freddy dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).Baca Juga:
Menurut Freddy, penangguhan penahanan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa merupakan bagian dari mekanisme hukum yang harus dihormati oleh semua pihak. Ia meminta masyarakat tidak terpancing berbagai narasi yang berpotensi memperkeruh suasana.
Ia menjelaskan, perkara terkait tudingan ijazah palsu Jokowi saat ini telah memasuki tahapan hukum dan dalam waktu dekat akan dibawa ke persidangan. Melalui proses tersebut, kebenaran diharapkan dapat terungkap secara objektif berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.
Freddy menuturkan, Jokowi meyakini pengadilan merupakan tempat yang tepat untuk menguji seluruh fakta yang berkaitan dengan polemik tersebut. Karena itu, Jokowi memilih untuk tidak terlibat dalam perdebatan yang berkembang di ruang publik.
"Pak Jokowi menyatakan siap untuk menunjukkan dan membuktikan keaslian ijazah di hadapan majelis hakim dalam persidangan nanti," ujarnya.
Lebih lanjut, Freddy menyebut Jokowi juga siap hadir secara langsung dalam persidangan untuk memberikan keterangan apabila diperlukan. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen Jokowi untuk menghormati proses hukum yang berlaku.
Projo juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh keadilan melalui mekanisme hukum. Namun, setiap pihak juga harus bertanggung jawab atas setiap tindakan maupun pernyataan yang disampaikan di ruang publik.
Organisasi pendukung Jokowi itu menegaskan akan terus mengawal jalannya proses persidangan hingga putusan berkekuatan hukum tetap dijatuhkan. Projo berharap masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak membangun narasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
"Mari kita hormati proses hukum. Jangan membangun narasi yang dapat memecah belah masyarakat," kata Freddy.* (in/dh)
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap strategi pemerintah menjaga ketahanan energi nasional
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihakpihak yang
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, tidak layak menda
NASIONAL
GORONTALO Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah negara saat ini mulai meminta pasokan komoditas pang
NASIONAL
SOLO Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan memulai rangkaian kunjungan ke sejumlah daerah mulai Jumat (26/6/
POLITIK
JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pemulihan rumah sakit yang terdampak bencana ban
NASIONAL
JAKARTA Persaingan smartphone di segmen harga terjangkau semakin menarik sepanjang 2026. Meski harga ponsel terus mengalami kenaikan, se
SAINS DAN TEKNOLOGI
CARACAS Pemerintah Venezuela mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani dampak gempa bumi kuat yang mengguncang sejumlah wilayah di
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) disebut telah menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat terkait kasus du
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas dugaan pemberian uang s
NASIONAL