BREAKING NEWS
Minggu, 09 Agustus 2026

Survei IPO: Gerindra Puncaki Elektabilitas Parpol, PDIP dan Golkar Mengekor

Dharma - Minggu, 09 Agustus 2026 11:11 WIB
Survei IPO: Gerindra Puncaki Elektabilitas Parpol, PDIP dan Golkar Mengekor
Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra H Prabowo Subianto. (foto: Dok. Gerindra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Partai Gerindra menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO).

Jika pemilihan legislatif digelar saat ini, Gerindra diproyeksikan memperoleh dukungan sebesar 17,5 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi Gerindra masih menjadi yang terkuat meski elektabilitasnya mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya.

Baca Juga:

"Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Menurut Dedi, tingginya elektabilitas Gerindra tidak terlepas dari posisi partai tersebut sebagai salah satu kekuatan politik utama yang mengusung Presiden Prabowo Subianto.

Efek politik dari posisi tersebut dinilai masih memberikan keuntungan bagi Gerindra dalam peta elektoral.

Dalam survei IPO, PDI-P berada di posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Golkar menempati urutan ketiga dengan 10,4 persen.

Selanjutnya, Partai Demokrat memperoleh 8,1 persen dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada di posisi kelima dengan 7 persen.

Adapun PAN memperoleh 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai Nasdem 4,4 persen.

Sementara itu, sejumlah partai politik lainnya memperoleh dukungan di bawah 2 persen.

PSI tercatat 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Partai Gelora 0,4 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen.

Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan yang terukur dalam survei tersebut.

Di sisi lain, masih terdapat 24,6 persen responden yang belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya.

Dedi mengatakan hasil survei tersebut memperlihatkan adanya perubahan preferensi pemilih dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, PDI-P sebelumnya kerap berada di posisi teratas dalam berbagai survei nasional.

Namun, dalam survei terbaru IPO, sebagian pemilih terlihat mulai memberikan dukungan kepada Gerindra.

Perubahan tersebut dinilai berkaitan dengan posisi Gerindra sebagai kekuatan utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

"Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDI-P. Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak," ujar Dedi.

Meski demikian, hasil survei tersebut juga menunjukkan masih besarnya kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan.

Angka 24,6 persen menjadi ruang perebutan dukungan bagi partai-partai politik menjelang pemilu berikutnya.

Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam survei tersebut.

Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Hasil survei ini menggambarkan preferensi politik responden pada periode penelitian dan bukan merupakan prediksi pasti hasil pemilihan legislatif mendatang.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bantah Sekolah Rakyat Tak Bermutu, Seskab Teddy: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Kembali Belajar
Prabowo Sebut Kinerjanya “Oke”, Gerindra Ungkap Buktinya
Malam Minggu Bareng Warga Medan Tembung, Rico Waas Dengar Keluhan hingga Janjikan 30 Truk Sampah
Kopdes Merah Putih Dinilai Belum Sesuai Prinsip Koperasi, Pengamat: Demokratisnya di Mana?
LPPD Kota Binjai Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Wali Kota Amir Hamzah Tekankan Tiga Pilar Dakwah
Berpolitik Bukan Cari Enak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru