Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurut Pigai, kekuasaan bukanlah tujuan utama dalam perjuangan politik. Dia menyebut dirinya bersama kelompoknya merupakan pejuang demokrasi.
"Tetapi kami adalah pejuang demokrasi dan jangan ganggu pemerintah sebelum 2029," tulis Pigai.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk memusatkan perhatian pada pembangunan Indonesia hingga pelaksanaan Pemilu 2029.
"Biar kita sama-sama memikirkan bangun rakyat Indonesia secara totalitas demi merah putih," tutup Pigai.
Pernyataan Pigai muncul setelah Budi Arie Setiadi sebelumnya menyinggung kemungkinan terjadinya "percepatan sejarah" dalam dinamika politik Indonesia.
Budi Arie menyampaikan hal tersebut saat berada di samping Presiden ke-7 Joko Widodo.
Dia mengatakan kondisi sosial masyarakat saat ini menunjukkan sejumlah anomali yang menurutnya perlu diperhatikan.
Budi Arie bahkan mengaku memiliki insting bahwa perubahan politik dapat terjadi lebih cepat dari Pemilu 2029.
"Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari '29 Pak. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong pemilu '29, pemilu '29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ucap Budi.
Budi kemudian menyinggung berbagai fenomena sosial yang menurutnya dapat menjadi tanda terjadinya "patahan sejarah".
"Dan maksud saya begini loh, saya pengalaman dengan gerak sejarah ini ada yang abnormal di masyarakat saat ini. Ini demo Pati, Madura demo lagi, ikut tandingan. Ah ini udah kayak Pam Swakarsa di '98 ini. Pasti kalah yang preman, cuman maksud saya terjadi anomali-anomali variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sekadar memikirkan skenario-skenario konvensional, langkah-langkah, tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya," katanya.
Menurut Budi Arie, situasi sosial dan ekonomi saat ini berpotensi menjadi faktor yang mempercepat perubahan politik.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.