BREAKING NEWS
Minggu, 13 September 2026

Bukan Pilih Poros Jokowi! Pengamat Prediksi Golkar Tetap Setia Rapat di Barisan Prabowo pada Pilpres 2029

Nurul - Minggu, 13 September 2026 09:14 WIB
Bukan Pilih Poros Jokowi! Pengamat Prediksi Golkar Tetap Setia Rapat di Barisan Prabowo pada Pilpres 2029
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Humas Setjen Kemhan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memprediksi Partai Golkar masih akan berada di barisan pemerintahan dan cenderung mendukung Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Menurutnya, peluang Golkar memilih poros politik yang dibangun Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) secara terpisah dari Prabowo masih kecil.

Dedi menilai Golkar belum memiliki figur yang cukup kuat untuk maju sebagai calon presiden secara mandiri pada Pilpres 2029. Bahkan, untuk mendorong kadernya menjadi calon wakil presiden, posisi Golkar disebut masih menghadapi tantangan.

"Peluang terbesarnya akan membersamai Prabowo, bahkan untuk mendorong cawapres 2029 sekali pun Golkar sepertinya kesulitan," kata Dedi, dikutip Minggu (13/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Dedi, kecenderungan Golkar tersebut tidak terlepas dari karakter politik partai berlambang pohon beringin selama sekitar dua dekade terakhir yang dinilai konsisten berada di pemerintahan.

Karena itu, dia memperkirakan kemungkinan Golkar bergabung dengan poros politik Jokowi secara terpisah dari Prabowo belum besar.

"Kecil kemungkinan mungkin berpihak ke Jokowi, kecuali Jokowi masih mendukung Prabowo. Maka secara bersama Golkar berada di barisan yang sama dengan Jokowi, tentu bukan faktor Jokowi melainkan faktor Prabowo," ujarnya.

Dedi juga memperkirakan Prabowo dan Partai Gerindra masih menjadi salah satu poros utama dalam peta politik menuju Pilpres 2029.

Dia menyebut Partai Demokrat berpeluang menjadi salah satu kekuatan apabila nantinya terbentuk poros alternatif. Namun, konfigurasi politik tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan partai dan kemunculan kandidat potensial.

Salah satu faktor yang dinilai penting adalah posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2029. Menurut Dedi, peluang munculnya poros politik yang berkaitan dengan Jokowi akan semakin terbuka apabila PSI berhasil melewati ambang batas parlemen dan memperoleh kursi di DPR.

"Jika PSI lolos parlemen, poros Jokowi bisa saja muncul untuk pilpres, tetapi selama PSI masih di bawah ambang batas parlemen, maka Jokowi tidak akan banyak lakukan manuver," katanya.

Di tengah spekulasi tersebut, Jokowi yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina PSI telah menyampaikan target besar partainya pada Pemilu 2029.

Jokowi mengatakan target PSI tidak hanya sebatas masuk ke Senayan. Namun, dia tidak mengungkapkan secara terbuka target lain yang sedang dibidik partainya.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dituding Berbeda dari Lulusan Lain, UGM Pasang Badan & Beberkan Bukti Keaslian Ijazah Jokowi: Dulu Tulisan Tangan
"2 Hal Ini Gak Dilakukan Prabowo", Hendri Satrio Sebut Gibran Minta Maaf ke Korban MBG Warisi Gaya Politik Jokowi
Gandeng AHY Bisa Besarkan Demokrat, Gandeng Gibran Bisa Untungkan PSI, Ini Dilema Prabowo Pilih Cawapres 2029
"Jokowi Tidak Edan, tapi Nekat dan Belum Jenuh", Amien Rais Desak Prabowo Copot Kapolri dan Panglima TNI
Ketika Anak Presiden Ingin Jadi Presiden
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo Jalani Sidang Perdana di PN Jakut Pekan Depan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru