BREAKING NEWS
Minggu, 13 September 2026

PSI Ungkap Alasan Rocky Gerung 'Lunak' ke Prabowo: Bukan Tersandera, tapi Memang Tak Suka Jokowi!

Adelia Syafitri - Minggu, 13 September 2026 10:49 WIB
PSI Ungkap Alasan Rocky Gerung 'Lunak' ke Prabowo: Bukan Tersandera, tapi Memang Tak Suka Jokowi!
Pengamat politik Rocky Gerung. (Foto: ANTARA/Mansur)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama menilai perubahan sikap pengamat politik Rocky Gerung terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan karena tersandera kepentingan politik. Menurut Dian, sikap Rocky lebih berkaitan dengan pandangannya terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

"Bukan tersandera tapi memang tidak suka Pak Jokowi saja," ujar Dian, dikutip Minggu (13/9/2026).

Dian kemudian mengaitkan pandangan Rocky dengan sosok Jokowi yang dinilainya bukan berasal dari kalangan "ningrat politik". Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sikap Rocky terhadap Jokowi.

Baca Juga:

"Karena dianggapnya bukan 'ningrat politik'. Rakyat biasa dia anggap tidak pantas memimpin Indonesia," kata Dian.

Dian juga menyinggung sikap Jokowi yang selama ini disebut memilih tidak menanggapi sejumlah kritik. Menurutnya, apabila Jokowi tidak memberikan respons, persoalan yang disampaikan dinilai tidak dianggap penting.

"Kembali ke pasal 1, selama Pak Jokowi tidak menanggapi, itu artinya tidak penting!" ujarnya.

Pernyataan Dian muncul di tengah sorotan terhadap sikap Rocky Gerung yang belakangan dinilai berbeda ketika mengkritik pemerintahan Prabowo dibandingkan saat era pemerintahan Jokowi.

Rocky sebelumnya terlibat perdebatan dengan Menteri Sekretaris Negara Ferry Amsari ketika membahas pelaksanaan program Koperasi Merah Putih. Dalam diskusi yang beredar, Ferry menunjukkan data yang disebut berasal dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Ferry menyebut terdapat 16.734 titik Koperasi Merah Putih yang berada di kawasan hutan. Selain itu, dia menyebut terdapat ratusan titik lain yang berada di kawasan laut.

"Bang Rocky harus paham, data terbaru, ini resmi dari negara, data Stranas Pemberantasan Korupsi," kata Ferry.

"Koperasi Merah Putih kita itu, Bang, dari titiknya ada 16.734 titik di dalam hutan. Ratusan di dalam lautan," lanjutnya.

Ferry juga menyinggung target pembentukan Koperasi Merah Putih yang mencapai sekitar 80 ribu titik. Menurutnya, persoalan lokasi yang ditemukan dalam jumlah besar perlu menjadi perhatian dalam mengevaluasi kesiapan program tersebut.

"Targetnya saja 80 ribu, data website Strategis Nasional Pemberantasan Korupsi yang mengatakan begitu, artinya 20 persen dari 80 ribu, which is impossible," ujar Ferry.

Meski mengkritik pelaksanaan program, Ferry menegaskan dirinya bukan pihak yang menolak konsep koperasi. Dia mengaku memiliki keterlibatan dalam koperasi dan menilai persoalan yang diperdebatkan adalah mekanisme pembangunan Koperasi Merah Putih.

"Pada dasarnya kami pendukung koperasi. Saya terlibat dalam koperasi pegawai, teman-teman saya bergerak dalam isu koperasi. Jadi tidak mungkin kami anti-koperasi," katanya.

Ferry menilai Koperasi Merah Putih semestinya dibangun berdasarkan prinsip demokrasi ekonomi sebagaimana semangat konstitusi.

"Yang kami permasalahkan Koperasi Merah Putih dibangun di luar semangat demokrasi ekonomi konstitusional yang digagas oleh ibu bapak bangsa kita," ujarnya.

Perdebatan tersebut kemudian turut dikaitkan dengan cara Rocky melihat pemerintahan Prabowo. Ferry mengatakan Rocky memiliki kecenderungan melihat Prabowo sebagai sosok yang membawa gagasan sosialisme.

Namun, Ferry menyatakan tidak sependapat dengan pandangan tersebut dan memberikan penilaian berbeda terhadap arah pemerintahan Prabowo.

"Cuma memang gagasan Bang Rocky punya kecenderungan sekarang menganggap Pak Prabowo itu betul-betul sosialisme," kata Ferry.

"Saya tidak percaya itu. Yang ada adalah fasisme," tegasnya.

Sementara itu, Dian tetap menilai sikap Rocky terhadap Prabowo perlu dilihat dalam konteks pandangan politiknya terhadap Jokowi. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai dinamika politik dan sikap para tokoh terhadap pemerintahan saat ini.

Polemik tersebut juga memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan Koperasi Merah Putih, sekaligus memunculkan pembacaan politik mengenai hubungan antara Rocky Gerung, Prabowo, dan Jokowi.* (fj/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eka Putra Zakran, Ketum PASU, Ucapkan Selamat Kepada Prabowo dan Gibran Sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029
Prabowo Subianto Yakini Ketiga Pasangan Calon Berjuang Untuk Rakyat
Komitmen Prabowo Subianto untuk Menghormati dan Merangkul dalam Pilpres 2024
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru